Melihat Metode Tim BRIN Cek Kesehatan Pohon di Kebun Raya Bogor

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 14:44 WIB
Cek Kesehatan Pohon di Kebun Raya Bogor
Tim BRIN cek kesehatan pohon di Kebun Raya Bogor. (Foto: istimewa)
Bogor -

Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan hutan eks situ seluas 87 hektare yang menjadi rumah bagi ribuan tumbuhan langka, bahkan terancam punah. Berdasarkan catatan, Kebun Raya Bogor kini memiliki koleksi 13.563 spesimen, 3.423 jenis, 1.259 marga dan 222 famili.

Adanya polusi udara, aktivitas manusia dan faktor biologi serta usia pohon-pohon di KRB yang makin meningkat diduga mengakibatkan penurunan kualitas pohon KRB. Penurunan kualitas KRB dapat dilihat dari tingkat kerusakan yang diderita oleh pohon-pohon penyusunnya. Kerusakan yang terjadi dapat disebabkan oleh adanya penyakit, serangga hama, gulma, api, cuaca, satwa dan aktivitas manusia.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan koleksi pohon di kawasan Kebun Raya Bogor, sejumlah peneliti secara rutin melakukan pemeriksaan dan pengawasan pohon dengan menggunakan alat dan metode khusus. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk keberadaan tumbuhan koleksi tetap terjaga sekaligus antisipasi pohon tumbang akibat kekeroposan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem terjadi di Bogor.

Koordinator Tim Analis Kesehatan Pohon dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rizmoon Nurul Zulkarnen mengatakan ada dua metode yang digunakan dalam memeriksa kesehatan pohon. Metode pertama dengan metode visual, yakni metode pengecekan menggunakan format yang dimodifikasi dari International Society of Arboriculture (ISA) atau dengan Forest Health Monitoring (FHM).

Cek Kesehatan Pohon di Kebun Raya BogorTim BRIN cek kesehatan pohon di Kebun Raya Bogor. (Foto: istimewa)

Metode kedua yaitu pengecekan menggunakan alat bernama PiCUS Sonic Tomograph. Alat canggih buatan Jerman ini digunakan untuk mengetahui persentase kelapukan atau keropos pohon.

"Kedua cara itu esensinya sama, yaitu untuk mendeskripsikan kerusakan yang terjadi pada akar, batang, dan tajuk percabangan," kata Rizmoon, Selasa (5/10/2021).

Hingga triwulan ke-3 tahun 2021, ada 185 pohon koleksi Kebun Raya Bogor yang dicek kondisi kesehatannya. Dari hasil pengecekan, sejumlah tindakan penanganan direkomendasikan. Di antaranya berupa pemangkasan ranting, pemotongan batang dan penebangan total (tebang habis).

"Penindakan dengan penebangan total sangat dihindari karena ada kepentingan konservasi yang lebih utama. Tapi, jika terpaksa karena ada aspek keselamatan nyawa, tindakan pemangkasan berat dengan menyisakan 4-6 meter batang utama atau tebang habis akan dilakukan," tuturnya.