Jabar Hari Ini: Ustaz 'Wali' di Sukabumi Buka Suara-2 Petani Tebu Tewas Dibacok

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 21:19 WIB
Ustaz Encep mengaku baru 3 bulan bertelanjang dada
Foto: Ustaz Encep (telanjang dada) yang disebut dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul jadi wali (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat dan Banten hari ini. Mulai dari pelatih Persib Bandung dijual di toko online hingga mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi jadi saksi sidang Ade Brkah dan Siti Aisyah.

Berikut rangkuman beritanya:

2 Petani Tebu Tewas Dibacok Sejumlah Orang di Indramayu

Dua petani tebu asal Majalengka tewas mengenaskan. Korban diserang dan dibacok sekelompok orang bersenjata tajam di lahan tebu milik PG Jatitujuh, Indramayu, Jawa Barat.

Lokasi kejadian ini berlokasi di perbatasan Majalengka-Indramayu atau tepatnya di Desa Kerticala, Kecamatan Tukdana, Indramayu, hari ni. Informasi yang dihimpun, dua warga Majalengka yang tewas bernama Suhenda dan Yayan. Jasad dua korban itu dibawa ke Puskesmas Jatitujuh Majalengka.

Yaya Sumarya, saksi mata menjelaskan, awalnya kedua korban dan para pekerja tengah membajak lahan tebu. Tiba-tiba pihaknya diserang oleh sekelompok orang dari salah satu forum masyarakat.

"Di lokasi, kami pukul 9.30 WIB melakukan pembajakan lahan. Pada pukul 10.30 itu kemudian tiba-tiba ada penyerangan. Akibatnya ada korban dua orang," kata Yaya di Puskemas Jatitujuh Majalengka.

"Saat itu seperti perang. Kami lagi garap lahan, kemudian diserang. Semua pekerja berlarian dan korban ini jatuh ke parit langsung di bacok oleh mereka," ujar dia menambahkan.

Melihat korban yang terluka parah, Yaya dan pekerja lainnya berusaha membantu korban. Namun nyawa Suhenda dan Yayan tak tertolong saat tiba di Puskesmas Jatitujuh.

"Luka bacok di kepala, leher dan tangan," ucap Yaya.

Camat Jatitujuh Ikin Asikin membenarkan ada dua warganya yang tewas akibat diserang dan dibacok sekelompok orang. Dia menegaskan saat kejadian itu Suhenda dan Yayan tengah menggarap lahan tebu.

"Iya betul ada korban jiwa. Dua orang meninggal dunia. Kami benarkan bahwa korban ini adalah warga Kecamatan Jatitujuh," ujar Ikin.

Berdasarkan informasi, kata Ikin, dua warganya tersebut tengah bekerja sebagai petani yang bermitra dengan PG Jatitujuh untuk menggarap lahan tebu. Namun tidak diduga-duga, sekelompok orang menyerang sejumlah petani. Serangan tersebut, menurut Ikin, disebabkan karena adanya sengketa lahan yang belum terselesaikan.

"Kronologinya karena kemitraan menggarap lahan tebu HGU milik PG Jatitujuh yang masih bersengketa. Kemudian sekelompok forum masyarakat menyerang. Terjadilah bentrok antara petani kemitraan dengan kelompok itu," ujarnya.

"Kedua korban dibawa ke RS BhayangkaraIndramayu untuk di autopsi," ucapIkin.