Bogor Gelar PTM, Waspada Paparan COVID-19 di Angkutan Umum

M. Sholihin - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 11:33 WIB
Ada 125 sekolah dari tingkat SMP dan SMA yang mulai melakukan PTM hari ini, Senin (4/10/2021).
Siswa melaksanakan PTM hari pertama di Kota Bogor. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor -

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di Kota Bogor. Dedie meminta pelaksanaan PTM dilaksanakan dengan hati-hati agar tidak timbul klaster baru penyebaran COVID-19. Resiko paparan juga perlu diperhatikan ketika siswa menggunakan angkutan umum.

Untuk tahap pertama hanya 125 sekolah terdiri tingkat SMP dan SMA yang mulai menggelar PTM hari ini. Sisanya akan menggelar PTM secara serentak pada 11 Oktober mendatang.

"Akhirnya hari ini 4 Oktober 2021, Kota Bogor melaksanakan lagi sekolah tatap muka secara terbatas, sekitar 115 SMP dan SMA yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tetapi lengkapnya nanti di tanggal 11 Oktober, hari ini hanya ada sebagian yang melaksanakan, bahkan di SMA 1 sudah ada yang langsung melaksanakan ujian-ujian," kata Dedie saat meninjau pelaksanaan PTM di SMA Negeri 1 Kota Bogor, Senin (4/10/2021).

Dia mengingatkan agar semua pihak tetap waspada sepanjang PTM digelar. Antisipasi juga harus dilakukan pihak sekolah karena masih banyak siswa yang menggunakan angkutan umum.

"Di rumah, orang tua sudah divaksinasi, pelajarnya juga sudah divaksinasi, jadi insyaallah di rumah aman. Tetapi, ada beberapa anak yang ke sekolah itu menggunakan sarana angkutan umum, jadi harus ada treatment khusus," ucapnya.

"Jadi jangan sampai di rumah steril, di sekolah steril, tetapi di tengah-tengah ini rawan. Nah bagaimana cara anak ini tetap aman dan saling melindungi. Harus ada satu cara atau formula untuk mencegah terjadinya paparan baru," kata Dedie menambahkan.

Pantauan detikcom di SMA Negeri 1 Kota Bogor, para siswa harus menjalani tahapan protokol kesehatan yang diberlakukan pihak sekolah sebelum masuk kelas. Mulai dari mencuci tangan, mengukur suhu dan melaporkan hasilnya ke petugas. Suhu tubuh setiap siswa akan dicatat oleh Tenaga pendidik yang berperan sebagai Satgas COVID-19 sekolah.

Petugas juga menanyakan transportasi yang digunakan siswa. Jika menggunakan angkutan umum, siswa akan disemprot disinfektan atau treatment lain sebelum masuk kelas.

Selama proses pembelajaran, siswa diminta untuk tidak melepas masker. Proses belajar mengajar dilakukan dengan dua metode sekaligus, yakni tatap muka dan daring. Siswa yang ikut PTM terbatas, menerima langsung penjelasan guru di dalam kelas. Sementara siswa lain mengikuti pembelajaran secara daring dengan materi yang sama.

Simak Video: LaporCovid Ungkap Pelanggaran PTM: Sekolah Tak Taat Prokes-Paksaan Izin

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)