MUI Sukabumi Tak Dilibatkan soal Isu Ustaz Dilantik Nyi Roro Kidul

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 15:22 WIB
Sukabumi -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi tidak dilibatkan dalam persoalan isu kewalian ustaz di Kecamatan Surade yang belakangan diketahui adalah hoax. Padahal MUI menilai secara pemahaman banyak yang perlu diluruskan dalam persoalan itu.

Melalui sambungan telepon Ketua MUI Kabupaten Sukabumi A. Oman Komarudin mengatakan ia baru menerima informasi tidak utuh soal ustaz yang dilantik menjadi wali dari beberapa rekan-rekannya.

"Saya dapat isu ketika acara milad PSI tapi saya tidak menanyakan lebih jauh hanya ada katanya orang yang mengaku wali," kata Kh Oman kepada detikcom, Minggu (3/10/2021).

Saat ditanya apakah ada dari aparat pemerintah dan kepolisian yang menghubungi, Oman mengaku belum ada. Ia kembali menegaskan informasi itu hanya ia peroleh sepintas.

"Belum-belum ada (yang menghubungi) tapi katanya sebatas informasi dari teman-teman saja, belum ada yang langsung begitu. Belum dilibatkan," tegasnya.

Soal kewalian, Kh Oman mengatakan pangkat tersebut hanya diberikan oleh Allah SWT kepada umatnya. Status kewalian itu hanya diketahui oleh sesama wali dan tidak ada orang lain yang mengetahui.

"Allah SWT menyembunyikan 10 dalam 10, di antaranya menyembunyikan wali dari sekian banyak makhluk Allah, jadi wali itu tidak ada yang tahu kecuali wali lagi. Jadi tidak ada yang tahu siapa wali, kecuali wali lagi dan memang Allah sembunyikan. Allah menyembunyikan wali dari makhluknya, karena itu kalau ada yang terang-terangan mengaku wali maka akan salah betul," kata Kh Oman.

Perihal kewalian ini, Kh Oman tidak ada wali yang dilantik. Namun kewalian itu adalah pemberian Allah langsung kepada umat terpilih atas dasar ibadahnya.

"Saya tidak setuju ada wali dilantik, wali tidak dilantik (namun) langsung pemberian Allah, hasil dari ibadah kemudain allah berikan gelar wali dan wali tadi juga disembunyikan tidak ada yang tahu kecuali wali lagi," jelasnya.

Kh Oman juga membahas soal kebiasaan nyeleneh Ustaz Encep yang terkena fitnah soal kewalian, ia diketahui kerap bertelanjang dada. Menurutnya soal aurat bertentangan dengan syariat islam.

"Kebiasaan tidak pakai busana bertentangan dengan syareat islam. (Walau tidak memperlihatkan aurat) Itu di luar ketentuan islam itu harus menutup aurat, itu kan semua anggota (tubuh) itu aurat. Laki-laki tidak boleh dilihat oleh perempuan, kalau sesama laki-laki boleh seumpanya begitu. Itu juga sudah di luar kebiasaan," tuturnya.

"Kebiasaan kita menutup aurat walau tidak semua, karena laki-laki itu antara tangan dengan muka harus ditutupi, kalau aurat laki-laki antara pusar. Yang boleh terbuka telapak tangan dan muka kalau berhadapan dengan lain muhrim," pungkasnya.

(mud/mud)