Pembuat Pesan Suara Ustaz Diisukan Ngaku Wali di Sukabumi Minta Maaf

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 12:17 WIB
Sukabumi -

Setelah viral pesan suara dan foto-foto ustaz telanjang dada di Sukabumi yang isunya dilantik kewaliannya oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul, kini muncul rekaman video pria yang mengaku sebagai pembuat pesan suara tersebut.

Dalam video 1 menit 51 detik itu, pria yang mengaku bernama Arif Rahman Hakim itu meluruskan perihal pesan suara yang ia buat tersebut. Ia juga mengaku sebagai ketua forum aliansi dan Ketua DPC KPK Surade.

"Saya nama Arif Rahman Hakim ketua forum aliansi dan juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang KPK Surade dengan ini saya sampaikan untuk Klarifikasi masalah yang booming kemarin mengenai permasalahan yang menyangkut kang encep di Leuwicagak dengan ini saya sampaikan bahwa masalah ini telah diklarifikasi baik dari pihak kang Encep semalam melalui kang Hamdin sudah menjelaskan begitu juga dari pihak muspika sudah konferesensi pers semalam jadi sudah tabayun. Jadi sekarang sudah tidak ada lagi, tidak perlu lagi ada hal-hal yang dibicarakan dipermasalahkan, karena sesuai klarifikasi dan konfirmasi kang Encep tidak mengaku wali, kang Encep sedang menjalankan torikoh naksabandiah. Adapun tidak memakai baju dia mengikuti perintah mursidnya. Jadi sekali lagi saya mohon maaf atas nama pribadi, forum aliansi dan atas nama keluarga besar KPK. Saya mohon dibukakan pintu sebesar-besarnya kalau ada pihak-pihak lain yang terbawa atau tersinggung dalam permasalahan kemarin," ucap pria yang terlihat mengenakan kopiah dan serban tersebut.

Dihubungi detikcom, Ketua DPC GP Ansor Kecamatan Surade, Hamdin Al-Murdani membenarkan pria dalam video itu adalah pembuat pesan suara yang kemudian viral tersebut.

"Yang menyebar ke grup LSM KPK Pasundan saya enggak tahu ya. Hanya saja pak Arif mengaku dia yang bikin voice di WAG itu, itu hari Rabu katanya bikimnya, sampai ke saya Kamis pagi, Ba'da magrib hari Kamis saya temui pak Arfnya," kata Hamdin, Minggu (3/10/2021).

Saat itu Hamdin menegaskan kepada Airf soal pesan suara dalam WA tersebut. Akhirnya Arif mengaku dia pembuat pesan suara tersebut. Hamdin kemudian meluruskan informasi dengan menyebut dia terlibat dalam kegiatan haol akbar yang digelar Ponpes Nurul Ikhlas yang dipimpin Ustaz Encep.

"Saya sampaikan bahwa saya terlibat di dalamnya selama 25 hari. Saya ikut dari awal sampai akhir, saya bilang itu bohong, setelah itu hari Jumat pagi, malamnya klarifikasi dengan camat, kades, perwakilan Polsek dan Koramil. Kemudian menjawab pernyataan publik atas tuduhan mengakunya Ustaz Encep menjadi wali kami buat klarifikasi video dari Ustaz Encep," papar Hamdin.

Hamdin juga berunding dengan keluarga besar Ustaz Encep yang mengaku dirugikan setelah tersebarnya pesan suara itu. Banyak kegiatan yang kemudian dibatalkan, sampai kemudian langkah hukum diambil untuk menetralisir tekanan akibat hoax dalam pesan suara itu.

"Ini enggak bisa dibiarkan ini harus masuk ke jalur hukum. Keluarga yang minta saya jelaskan kapasitas saya sebagai Ansor, saya hanya menjadi saksi dan kapasitas saya terlibat dalam kegiatan tersebut kerjasama antara Ansor dengan pesantren acara haol albar terakhir," ujarnya.

Akhirnya persoalan itu dilimpahkan ke LBH GP Ansor Kabupaten Sukabumi, keluarga Ustaz Encep sudah menguasakan seluruh persoalan tersebut ke LBH GP Ansor.

"Ini sudah dikuasakan ke LBH, kata Ustaz Encel jika ada yang mau minta maaf yang sudah menyebarkan dan membuat hoax soal isu ini saya maafkan, bahkan sebelum meminta maaf sudah saya maafkan. Proses hukum bukan saya lagi yang berkewajiban, membereskan dari LBH GP Ansor," pungkas Hamdin.

(sya/mud)