Bocah Pangandaran Meninggal Diduga Dicabuli, Satu Orang Diamankan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 13:43 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pecabulan (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Bandung -

Polisi masih mendalami dugaan pencabulan terhadap bocah 10 tahun di Pangandaran hingga tewas. Dalam perkara ini, satu orang sudah diamankan namun belum jadi tersangka.

Informasi dihimpun, satu orang yang diamankan tersebut diketahui merupakan terlapor dalam kasus ini. Berdasarkan informasi awal, dugaan pencabulan dilakukan oleh tetangga dekat rumah korban.

"Ya sudah ada (diamankan). Tetapi ini tidak serta merta dijadikan sebagai tersangka. Masih dilakukan pendalaman," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (30/9/2021).

Erdi tak menjelaskan secara rinci alasan satu orang diamankan. Namun, kata dia, ada dugaan-dugaan yang mengarah ke satu orang itu.

"Ada dugaan-dugaan. Tetapi tetap kita istilahnya praduga tak bersalah. Penyidik melakukan pendalaman dahulu," kata dia.

Sekedar diketahui, kejadian tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Anak kelas 4 sekolah dasar itu wafat setelah menderita penyakit menular seksual (PMS).

Diduga dia menjadi korban pencabulan oleh salah seorang tetangganya. Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis kini masih melakukan penyelidikan atas kasus memilukan tersebut.

Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi menegaskan pihaknya terus menggali keterangan saksi dan alat bukti dalam perkara ini. "Sampai saat ini kita belum memiliki kesimpulan bahwa terlapor adalah pelaku," kata Wahyu, Selasa (28/9/2021).

Dia menegaskan penyelidikan terus dilaksanakan sampai dengan terungkap bukti-bukti hukum dari peristiwa yang menyita perhatian publik di Kabupaten Pangandaran tersebut.

Namun demikian Wahyu mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya belum bisa menemukan benang merah antara korban dengan pihak terlapor yang dituduh melakukan kekerasan seksual. "Memang kita terkendala benang merah antara terlapor dengan korban," kata Wahyu.

(dir/mud)