Ini Harapan Kerajaan Nusantara Pada Pelaksanaan FAKN 2021

Nur Azis - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 17:18 WIB
Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kanjeng Pangeran Haryo Eddy S Wirabhumi
Foto: Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kanjeng Pangeran Haryo Eddy S Wirabhumi (Nur Azis/detikcom).
Sumedang -

Perhelatan Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) 2021 diharapkan dapat mendorong Rancangan Undang-Undang tentang Masyatakat Adat yang saat ini telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kanjeng Pangeran Haryo Eddy S Wirabhumi dari Keraton Surakarta, kepada detikcom seusai pembukaan FAKN 2021 di kompleks Karaton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, Rabu (29/9/2021).

"Saya dalam organisasi (kerajaan) sudah 20 tahun, saya mengalami pergantian pemerintahan dari masa ke masa yang mana ini belum maksimal di dalam menindak lanjuti, kalau bicara tentang konvensi ILO tentang pengakuan dan penghormatan terhadap masyarakat adat," ungkap Pangeran Haryo.

Menurutnya, pegakuan dan penghormatan kepada masyarakat adat harus diwujudkan melalui Undang-undang dimana sampai sàat ini belum juga terwujud. Kendati demikian, pihaknya bersyukur bahwa RUU tentang masyarakat adat saat ini telah masuk dalam Prolegnas.

Selain itu, Haryo berharap pengakuan dan penghormatan kepada masyarakat adat juga menjadi bagian implemetasi dari Undang-Undang 1945 dimana negara mengakui dan menghormati bersama hak-hak tradisionalnya.

"Kita ingin juga bersama-sama komponen bangsa, ayo dong semua aware terhadap laju kebijakan pemerintahan di bidang kebudayaan," terangnya.

Ia menambahkan FAKN 2021 yang biasanya melibatkan ribuan orang ini, memiliki salah satu tujuan yakni turut serta membantu dalam meningkatkan perekonomian di daerah. Namun dikarenakan masih dalam masa pandemi COVID-19, FAKN kali ini diharapkan dapat melahirkan sebuah ide dan gagasan dalam musyawarah yang akan digelar nanti.

"Di sini di Sumedang ini yang kata Bupati Sumedang sebagai Puseur Budaya Pasundan diharapkan bisa menyebar ke daerah lain untuk sama-sama membangun bangsa dan negara ini," kata Haryo sambil menyebutkan bahwa jumlah kerajaan yang terdaftar di MAKN ada sebanyak 54 Kerajaan, sementara yang hadir ada 44 Kerajaan.

Acara FAKN 2021 resmi dibuka oleh Ketua DPD RI La Nyala Mahmud Mataliti ditandai dengan pemukulan Gong dan penyerahan Keris Rahiyang Medang Gumilang di pelataran Gedung Negara Sumedang, Rabu, (29/9/2021).

Dalam sambutannya, Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mataliti mengatakan, negara Indonesia telah memberi amanat melalui Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, maka sudah sepantasnya FAKN mendapat dukungan dan dijadikan agenda rutin.

"Sudah sepantasnya, pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dan seluruh aparatur negara, memberikan dukungan yang konkret. Sebab, amanat Konstitusi yang mengikat semua elemen bangsa ini telah menyatakan dengan jelas, bahwa; Negara Memajukan Kebudayaan Nasional," ungkapnya.

Dia menjelaskan kebudayaan nasional adalah mozaik kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah lahir dari nilai-nilai Adiluhung Kerajaan dan Kesultanan Nusantara.

Sehingga, lanjut dia, dukungan negara kepada kebudayaan nasional harus tercermin dalam dukungannya terhadap keberadaan Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai penjaga marwah kebudayaan daerah serta kearifan lokal Nusantara.

"Jika kita tarik sejarah ke belakang. Sumbangsih Kerajaan Nusantara terhadap lahirnya Indonesia tidak bisa dihapus dalam sejarah. Keberadaan Kerajaan Nusantara inilah yang melahirkan tradisi Pemerintahan, Penulisan, Pendidikan, Pengobatan, hingga Kemiliteran, baik di darat maupun di laut," terangnya.

Ketua Pelaksana Raden Lily Djamhur menyebutkan acara FAKN merupakan kerja bareng Pemerintah Kabupaten Sumedang, Keraton Sumedang Larang (KSL), MAKN, dengan DPD RI.

Dikatakannya, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19, FAKN 2021 digelar secara terbatas hanya berupa acara inti diantaranya Royal Dinner, Opening Ceremony, Musyawarah Madya dan penutupan.

"Acara FAKN kali ini hanya akan menyelenggarakan acara inti saja dan dilaksanakan secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Lily.

(mso/mso)