Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Selatan Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 11:03 WIB
Gelombang pasang masih terus terjadi di pesisir pantai Pangandaran, Kamis (28/5/2020). Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pangandaran menghimbau agar semua nelayan menghentikan sementara aktivitas pelayaran.
Foto: Ilustrasi (Faizal Amiruddin/detikcom).
Bandung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan ada potensi tinggi gelombang mencapai 4 meter di Perairan Selatan Jawa Barat pada 28 hingga 29 September 2021.

"Masih berdasarkan data prakiraan tinggi gelombang, pada tanggal 29 September, ketinggian gelombang berpotensi mencapai 3 meter di perairan wilayah selatan Jawa Barat. Namun kondisi ril di lapangan, ketinggian gelombang bisa berpotensi lebih tinggi dari prakiraan dan pantauan data satelit," ujar Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu dalam keterangannya, Selasa (28/9/2021).

Menurut Rahayu, gelombang tinggi di wilayah Perairan Selatan Jabar dikarenakan angin kencang hingga 29 knot (54 km/jam) Berdasarkan skala Beaufort, angin sekencang itu dapat menyebabkan gelombang laut tinggi (gale).

"Angin kencang yang melanda wilayah Perairan Selatan Jawa Barat juga disebabkan oleh karena menguatnya kembali MJO. Selain itu, angin kencang juga disebabkan oleh aktivitas gelombang equatorial Rossby dan Kelvin yang terpantau aktif mulai awal Dasarian III September 2021 dan diperkirakan akan berakhir pada akhir dasarian III September 2021," tutur Rahayu.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi mulai September hingga masuk ke musim hujan pada bulan Oktober. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan, sekitar DAS Citarum, dan bahkan perkotaan diharap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian banjir, tanah longsor, hujan es, dan angin kencang/puting beliung.

"Bagi masyarakat yang tinggal ataupun berkepentingan mengunjungi kawasan pesisir selatan Jawa Barat untuk selalu waspada dan berhati-hati karena potensi gelombang tinggi masih mungkin terjadi hingga 1 minggu ke depan. Selain itu, perlu diwaspadai juga kejadian seperti abrasi dan kerusakan infrastruktur pantai lainnya yang disebabkan oleh gelombang tinggi dan angin kencang," ujar Rahayu.

Simak video 'Sebagian Besar Wilayah Sumatra & Kalimantan Berpotensi Hujan Lebat':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)