Unak Anik Jabar

Ragam Mitos Makam Keramat Bupati Karawang Pertama

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 08:28 WIB
Makam Bupati Pertama Karawang Raden Adipati Singaperbangsa
Foto: Makam Bupati Pertama Karawang Raden Adipati Singaperbangsa (Yuda Febrian Silitonga/detikcom).
Karawang -

Makam Raden Adipati Singaperbangsa, Bupati Karawang pertama banyak dikunjungi oleh para peziarah. Selain itu sejumlah mitos turut mengiringi kesakralan makam tersebut.

Juru kunci makam Cahya Permana mengungkapkan banyak mitos yang berkembang di makam keramat Adipati Singaperbangsa Karawang. Beberapa mitos tersebut diakuinya lahir dan berkembang turun-temurun dari para leluhur.

"Banyak kang mitos yang berkembang di sini, dari mitos buaya bodas (putih), bunyi lesung, larangan memakai baju hitam, tidak boleh membangun rumah bertingkat, dan kisah Ayam peliharaan Bupati Singaperbangsa," katanya saat diwawancarai di Makam Keramat Adipati Singaperbangsa, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, belum lama ini.

1. Mitos Buaya Putih

Mitos ini dikatakan Cahya, berkembang berawal dari kisah para petani di sekitaran Makam keramat, yang mengakui menjadi pertanda bakal datangnya banjir besar di Karawang.

"Jadi kalau mitos Buaya Putih itu dikisahkan oleh petani di sekitaran Makam, katanya kalau melihat sosok buaya itu akan terjadi banjir besar di Karawang dan itu terjadi pada tahun 2018, ketika seorang petani geger melihat sosok buaya putih dan kemudian terjadi banjir," ungkapnya.

2. Bunyi Lesung

Kemudian, Cahya mengisahkan mitos adanya bunyi Lesung sebuah alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras, terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm.

"Jadi kalau mendengar bunyi lesung kata leluhur di sini berarti bakal ada bala bencana yang hadir, kalau saya belum pernah mendengarnya, tapi mitos itu memang masih melekat kisahnya," ungkapnya.

3. Larangan Memakai Baju Hitam

Selain itu, di sini sempat leluhur dulu melarang memakai baju berwarna hitam, tapi saat ini sudah tidak digunakan lagi.

"Jadi para leluhurSingaperbangsa dulu melarang memakai baju hitam itu diambil dari kisah perseteruan antara kelompokSingaperbangsa dan AriaWirasaba yang konon sempat berseteru saat masa kolonial Belanda karena adanya politik adu domba yang dilakukan penjajah, hingga dua kubu pejuangKarawang dariSingaperbangsa dan AriaWirasaba berseteru dan karena kelompok AriaWirasaba memakai baju hitam jadi dilarang di area ini, tapi hal itu akhirnya luntur dan tidak dipakai lagi di sini, karena menimbulkan sentimen perpecahan," terangnya.

Simak juga 'Mengenal Sejarah Goyang Karawang yang Lekat Dinilai Erotisme':

[Gambas:Video 20detik]