Jabar Hari Ini: Gugatan Warga Korban Banjir Ditolak-Anggota Ormas Tewas Dikeroyok

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 21:06 WIB
Pemakaman korban bentrok ormas di perbatasan Cianjur-Sukabumi.
Anggota ormas tewas dikeroyok (Foto: Istimewa)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat dan Banten hari ini, Senin (27/9/2021). Mulai dari bentrokan ormas di Cianjur yang tewaskan 1 orang anggota ormas hingga Sekdes di Pandeglang Banten pamer miras saat live Facebook.

1 Orang Tewas Dalam Bentrokan Maut Ormas di Cianjur

Endang (48), tewas dalam bentrokan maut dua Ormas di perbatasan Cianjur-Sukabumi. Korban yang merupakan anggota Pemuda Pancasila tewas usai ditabrak dan dibacok para pelaku dari BPPKB.

Korban awalnya hendak kabur usai BKPPB melakukan serangan balik pasca penyerangan dan pembakaran posko Ormas BPPKB oleh Pemuda Pancasila.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat korban yang kabur dengan mengendarai sepeda motor dikejar para pelaku menggunakan mobil.

Saat sudah dekat, pelaku langsung menabrakan mobil ke sepeda motor korban hingga terjatuh. Setelah itu, korban langsung dipukuli dan dibacok para pelaku

"Begitu korban terjatuh setelah ditabrak mobil, pelaku langsung memukuli dan membaik korban. Makanya terdapat banyak luka, di punggung, kepala belakang, hingga wajah bagian kiri," kata Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton hari ini.

Anton mengatakan pihaknya telah menangkap empat orang tersangka kasus meninggalnya salah seorang anggota Ormas saat bentrokan maut Pemuda Pancasila dan BPPKB.

Ia menambahkan polisi juga masih mengejar pelaku lainnya yang diduga terlibat. "Masih ada pelaku lainnya yang kami lakukan pengejaran yang diduga terlibat dalam penganiayaan korban hingga meninggal dunia," kata dia.

Isak tangis keluarga mengiringi kedatangan jasad Endang hingga ke rumah duka di Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Jeritan histeris keluarga sesekali terdengar, beberapa di antara lainnya tampak menengadahkan tangan memanjatkan doa untuk Endang.

Masih di rumah duka, terlihat juga puluhan rekan-rekan korban dan aparat Muspika Kecamatan Sukalarang. Sebelum dibawa ke rumah duka jasad Endang disalatkan terlebih dulu di masjid yang berhadapan dengan rumah duka.

HM Torik Sopiandi (70), keluarga Endang menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Jadi begini yah, masalahnya kita pihak keluarga korban, sepenuhnya menyerahkan kepada penegak hukum. Kita percaya, bahwa kepolisian akan profesional melaksanakan tugasnya," kata Torik.

Torik juga ingin media memberitakan kondisi sebenarnya yang menjadi penyebab korban tewas dalam kejadian maut itu. Menurut Torik, bentrok antara dua ormas terjadi karena ada penabrakan terhadap korban yang merupakan sepupunya.

"Jadi, setelah ditabrak, sepupu saya ini langsung dibacok-bacok bagian kepalanya, itu yang menjadi permasalahan. Sepengetahuan saya itu yang nabraknya menggunakan mobil Nissan Terano hitam. Jadi ditabrak dulu, setelah itu di bacok-bacok badannya," jelas dia.

Torik kemudian memaparkan kronologi gesekan antar ormas yang berujung tewasnya Endang. Berdasarkan sepengetahuannya kejadian dipicu adanya bentrokan pemuda mabuk di salah satu minimarket di Sukalarang sebelum kejadian, namun permasalahan itu berhasil didamaikan.

"Nah besoknya lagi, datang lagi ada yang mencari sepupu saya itu dan terjadi bentrok dengan anak-anak ormas tersebut," ungkap Torik.

Menurutnya, rencananya korban mendatangi ormas tersebut dengan maksud untuk melerai persoalan tersebut. Karena waktu perdamaian, almarhum itu berada di lokasi.

"Jadi dia kesana karena ada yang mencari. Iya, maksudnya mau mendamaikan itu. Kan kemarin sudah diselesaikan. Namun ternyata malah dihantam atau ditabrak dari belakang hingga di bacok-bacok," katanya.

Untuk itu, saat ini pihak keluarga berharap dan meminta kepada penegak hukum agar mengusut kasus tersebut sampai tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku.

"iya, itu harus betul-betul ditegakkan dan jangan sepotong-sepotong. Apa yang terjadi mulai dari Sukalarang sama pos yang ada di Gekbrong, nah itu yang harus diangkat ke permukaan. Terutama kita meminta bantuan dari pada teman-teman jurnalis yah agar bisa membantu untuk meluruskan masalah ini," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan maut dua Organisasi Masyarakat (Ormas) yakni Pemuda Pancasila dan BPPKB terjadi di perbatasan Cianjur-Sukabumi, Minggu (26/9) kemarin. Bentrokan yang diduga aksi balasan dari kejadian di Sumedang itupun menewaskan satu orang.