Terancam Abrasi, 100 Telur Penyu Tempayan Dibawa ke Penangkaran Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 20:57 WIB
Telur penyu
Foto: Telur penyu (Istimewa).
Pangandaran -

Sebanyak 100 butir telur penyu tempayan ditemukan di sekitar Pantai Pamugaran Desa, Cikembulan Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Minggu (26/9/2021) malam. Penyu tempayan menurut sejumlah warga tergolong langka atau jarang dijumpai. Karena posisi telur berada di sekitar pantai yang rawan abrasi, telur penyu tempayan itu akhirnya dibawa ke penangkaran penyu Batuhiu Pangandaran.

"Penyu tempayan langka sih tidak, kalau yang masuk langka itu penyu belimbing. Ya tempayan diurutan kedua setelah penyu belimbing," kata Giwangsari, pengelola penangkaran penyu Batuhiu Pangandaran.

Dia menjelaskan telur penyu tersebut sengaja dibawa ke penangkaran untuk ditetaskan. Karena jika dibiarkan di alam bebas, khawatir rusak karena posisi ditemukan rawan abrasi. Selain itu khawatir telur akan dimangsa predator.

"Khawatir rusak karena abrasi atau predator, jadi kami bawa ke penangkaran. Kami mengapresiasi warga yang sudah memberitahukan penemuan telur penyu tempayan ini," kata Giwang.

Dia menjelaskan telur tersebut ditetaskan di penangkaran dengan cara alami. Dikubur di bak pasir dan dibiarkan terpapar sinar matahari. Butuh waktu sekitar 52 hari untuk menunggu telur penyu menetas.

"Waktunya sekitar 52, kalau cuaca sering hujan bisa sampai 60 hari. Tingkat keberhasilannya 80 sampai 90 persen telur itu jadi tukik (anak penyu). Ya mudah-mudahan bisa menetas semua, untuk nantinya kita lepas liarkan kembali," kata Giwang.

Selain itu Giwang menjelaskan, penyu tempayan memiliki ciri khusus dari bentuknya. "Kalau dilihat dari videonya, sepertinya benar penyu tempayan. Kerapasnya halus, warnanya hitam legam. Kemudian yang paling kentara lehernya panjang," kata Giwang. Dia mengaku mengamankan telur itu setelah induknya pergi, sehingga tak sempat mengamati jelas untuk memastikan jenis induk penyu tersebut.

Lebih lanjut Giwang mengajak masyarakat terutama nelayan untuk ikut melestarikan penyu. Karena selama ini sering terjadi kasus kematian penyu di perairan Pangandaran. Bangkai penyu ditemukan mati di pinggiran pantai. Penyebabnya beragam mulai dari tersangkut kail atau jaring nelayan. "Kalau ada penyu tersangkut di jaring, sebaiknya ditolong dan dilepaskan. Kalau ada yang bertelur jangan diganggu, kalau posisinya bertelurnya rentan atau rawan predator ya bisa kabari kami, biar kami yang urus," kata Giwang.

(mso/mso)