Menikmati Keheningan dan Pesona Alam Cekdam Cimarias Sumedang

Nur Azis - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 17:08 WIB
Cekdam Cimarias Sumedang
Foto: Cekdam Cimarias Sumedang (Nur Azis/detikcom).
Sumedang -

Waduk Jatigede Sumedang telah sukses dibangun di era Presiden Joko Widodo Tahun 2008-2015. Namun sebelum Waduk Jatigede, ada sebuah sumber pengairan atau Cekdam di Sumedang yang konon dibangun di era Presiden Soeharto.

Cekdam itu berada di Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Namanya sendiri, ada yang menyebutnya sebagai Cekdam Cimarias, ada juga yang menyebutnya sebagai Cekdam William Abraham Baud yang mengacu kepada tuan tanah di kawasan Jatinangor masa Kolonial Belanda.

Bahkan ada yang menamainya dengan sebutan Cekdam Sunyaruri. Nama tersebut mengandung arti keheningan, sesuai dengan kondisi alam di sekitar kawasan Cekdam.

Dari informasi yang detikcom himpun, Cekdam Cimarias konon dibangun di era Pemerintahan Presiden Soeharto. Cekdam tersebut dulunya berfungsi untuk mengairi salah satu lahan perkebunan jeruk di kawasan Desa Cimarias.

Salah satu warga, Ramdan mengatakan Cekdam Cimarias dari kabar yang beredar di masyarakat dibangun di Era Pemerintahan Presiden Soeharto yang berfungsi untuk mengairi perkebunan jeruk yang pernah ada. Dalam pembuatannya hingga melibatkan alat berat.

"Kalau menurut kabar warga sih pas zaman Presiden Soeharto, buatnya pakai alat berat makanya rapih dan berbentuk kotak," ungkapnya kepada detikcom, Minggu (26/9/2021).

Ia menjelaskan air Cekdam Cimarias sepenuhnya bersumber dari air tadah hujan. Kondisi air saat ini termasuk sedang mengalami penyusutan akibat musim kemarau.

"Kalau sekarang termasuknya sedang surut, kalau sedang penuh bisa sampai bebatuan yang tampak di pinggiran danau," terang dia.

Warga lainnya, Dadang mengungkapkan Cekdam Cimarias dulunya memang dibuat untuk mengairi perkebunan jeruk. Namun perkebunan jeruk tersebut saat ini sudah diganti dengan tanaman lain.

"Sekarang perkebunan jeruknya sudah diganti jadi tanaman lain, tidak tahu tanaman apa, bahkan saat ini sebagian lahannya sedang diolah," kata dia.

Dari pantauan detikcom, perkebunan jeruk yang pernah ada kini telah diganti untuk sebagian kecilnya oleh pohon pinus. Sementara sebagian besar lainnya sedang dalam proses penggarapan tanaman lain.

Sangat minim informasi terkait pemilik dari Cekdam Cimarias yang berada di lereng Gunung Kareumbi dengan ketinggian elevasi sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut tersebut. Namun terlepas dari itu, Cekdam Cimarias memiliki pesona alam yang cukup menakjubkan.

Cekdam Cimarias memiliki luas sekitar 90x70 meter menyerupai luas sebesar lapangan sepakbola. Sisi-sisinya dikelilingi oleh pohon-pohon pinus.

Semilir angin dan suasana di lokasi itu cukup menyejukan dan menenangkan. Maka tidak heran Cekdam Cimarias banyak dikunjungi oleh warga lokal di waktu hari-hari libur.

Karena tidak menjadi kawasan objek wisata maka para pengunjung yang datang pun tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, bagi yang tertarik untuk berkunjung ke Cekdam Cimarias disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua atau moto trail.

Selain akses jalannya yang hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat saat memasuki Desa Cimarias, untuk menuju Cekdamnya pun hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua lantaran cukup ekstrim atau lebih baik lagi menggunakan moto trail.

Pemgunjung yang menggunakan kendaraan roda empat biasanya memarkirkan kendaraannya di penghujung kampung.

Bagi anda yang tertarik ke Cekdam Cimarias anda bisa mengkses dari mulai jalan raya Sumedang - Bandung. Kemudian, anda akan masuk melalui akses jalan ke Perkebunan Cinanggerang yang lokasinya setelah Cadas Pangeran dari arah Sumedang atau sebelum Cadas Pangeran dari arah Bandung. Jalan ini akan menuju ke wilayah Desa Cimarias.

Jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke Cekdam Cimarias sekitar empat kilometer atau sekitar 3/4 jam menggunakan sepeda motor dengan kondisi jalan cukup ekstrim alias menanjak. Bagaimana tertarik untuk menjajal lokasi ini?

(mso/mso)