Unak Anik Jabar

Legenda Nyi Rambut Kasih, Ratu Sakti yang Sering Muncul di Pendopo Majalengka

Bima Bagaskara - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 10:47 WIB
Pendopo Bupati Majalengka
Foto: Pendopo Bupati Majalengka (Bima Bagaskara/detikcom).

Kamar Khusus di Pendopo Bupati Majalengka

Selain petilasan di Dusun Leuwilenggik, sosok Nyi Rambut Kasih juga diceritakan sering menampakkan diri di Pendopo Bupati Majalengka. Disana diketahui terdapat kamar khusus yang disediakan untuk Nyi Rambut Kasih.

Kamar khusus itu konon katanya sengaja dikosongkan sebagai tanda penghormatan bagi Nyi Rambut Kasih yang diyakini adalah sesepuh di Majalengka. Meski dikosongkan, di kamar ini terdapat barang-barang seperti kasur, lemari hingga cermin.

"Di pendopo juga ada kamar khusus Nyi Rambut Kasih. Kalau saya perhatikan di pendopo ini, untuk penghormatan beliau sebagai sesepuh jadi dibuatkan kamar," jelasnya.

Menurut Naro, tidak sedikit masyarakat yang mengaku sering berjumpa dengan sosok perempuan cantik yang diyakini adalah Nyi Rambut Kasih. Selain di sekitar kamar khusus di Pendopo Bupati Majalengka, sosok perempuan itu juga sering muncul di petilasan Dusun Leuwilenggik.

Pendopo Bupati MajalengkaKamar khusus di Pendopo Bupati Majalengka Foto: Bima Bagaskara

"Kalau di pendopo itu katanya banyak yang sering melihat penampakan perempuan cantik, itu sering saya dengar cerita itu. Terus di petilasan ya begitu juga sama, sosok perempuan cantik pakai baju tradisional," ucapnya.

Tidak hanya itu, Naro juga mengungkapkan adanya mitos lagu engko yang harus dimainkan manakala ada masyarakat Majalengka yang menggelar acara hajatan. Kata dia, jika lagu tersebut tidak dimainkan, diyakini bakal ada orang yang kesurupan maupun hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Di Majalengka kalau ada orang hajatan itu harus memainkan lagu engko. Kalau gak mainin lagu ini katanya ada orang kesurupan, hujan angin atau apa gitu. Lagu itu katanya kesukaan Nyi Rambut Kasih. Tapi sekarang sudah mulai hilang mitos ini," ujarnya.

Dibalik kisah legenda dan mitos-mitos mengenai sosok Nyi Rambut Kasih yang masih bertahan hingga saat ini, Naro juga berpesan agar masyarakat Majalengka harus bisa menjaga dan menghormati leluhur.

"Dibalik kisah legenda ini pesannya yaitu secanggih apapun zaman sekarang, masyarakat harus bisa menghormati budaya dan leluhur yang telah ada sejak dulu," tutup Naro.


(mso/mso)