Menelisik Program Kang Pisman

Duh! Sampah Organik-Anorganik di Balai Kota Bandung Masih Tercampur

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 10:13 WIB
Tempat sampah di Balai Kota Bandung.
Foto: Tempat sampah di Balai Kota Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan) adalah upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi persoalan sampah. Lalu seperti apa program itu berjalan setelah kurang lebih tiga tahun diluncurkan?

detikcom mencoba menyusuri sejumlah sudut Kota Bandung untuk melihat timbulan sampah. Mulai dari Balai Kota Bandung hingga jalan-jalan protokol.

Di Balai Kota Bandung, detikcom melihat sejumlah tempat sampah khusus disimpan di beberapa titik. Tempat sampah itu memiliki tiga tempat untuk menampung sampah organik, anorganik dan sampah B3.

Masing tempat sampah itu memiliki warna berbeda. Warna hijau untuk sampah organik, biru muda anorganik dan oranye sampah B3. Selain itu terdapat sejumlah tulisan mengkampanyekan untuk memilah sampah. Namun, saat melihat isi dari tempat sampah tersebut tampak sampah organik dan anorganik masih tercampur

Dilihat dari dekat sampah bekas kemasan makanan, seperti kertas dan plastik dibuang ke tempat sampah yang berwarna hijau. Seperti diketahui, tempat sampah berwarna hijau itu digunakan untuk sampah organik.

Selain itu, ada penutup tempat sampah yang dipenuhi bekas puntung rokok. Penutup tempat sampah tersebut kerap digunakan untuk mematikan rokok, tak hanya satu seperti di pintu belakang Gedung BPPD tiga penutup sampah tematik itu dipenuhi bekas puntung rokok.

Kemudian detikcom melihat kondisi di kawasan kota lainnya. Jika di balai kota dipenuhi banyak tempat sampah, hal itu berbanding terbalik dengan kondisi di pemukiman warga atau jalan protokol di Kota Bandung. Dari pengamatan tidak banyak ditemukan tempat sampah tematik itu.

Seperti di Jalan Ibrahim Adji, sampah beragam jenis menumpuk di satu titik. Nantinya sampah itu bakal diangkut oleh petugas kebersihan untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Hal serupa juga terlihat di Jalan Guntur Sari Wetan, Turangga, Lengkong, Buahbatu. Sampah beragam jenis menumpu di depan lahan milih PT KAI. Meski sudah ada spanduk imbauan, titik tersebut masih dipenuhi sampah. Tidak ada yang tahu siapa yang membuang sampah di titik tersebut.

"Kalau saya sih ngumpulin di rumah, nanti ada yang ngambil," kata salah satu warga Esti yang ditemui tidak jauh dari tempat pembuangan sampah liar itu.

detikcom mencoba menyusuri jalan yang ada di Kelurahan Turangga tersebut. Tidak ditemukan tempat sampah di jalan itu. Tempat sampah hanya ditemukan di perkantoran atau mini market yang ada di jalan tersebut. Sampah warga dikumpulkan di salah satu bak sampah dan nantinya diangkut petugas kebersihan.

"Enggak ada (tempat sampah) dikumpulkan di sini (bak sampah), dari sini langsung dibawa ke TPS," ujar salah satu petugas kebersihan.

Tak hanya di Jalan Turangga, pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Lodaya. Sampah dikumpulkan di satu titik, lalu diangkut petugas sampah.

Simak juga 'Wujud Insinerator Jepang yang Dikembangkan Pemkot Bandung-UPI':

[Gambas:Video 20detik]