Cerita ABK Asal Sukabumi Selamat dari Kebakaran Kapal di Perairan Maluku

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 09:30 WIB
Kebakaran kapal
Foto: Kebakaran kapal (Istimewa).
Sukabumi -

Tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Hentri GT 195 asal Kabupaten Sukabumi yang selamat dari terbakarnya kapal di perairan Maluku pada Jumat (3/9) lalu, akhirnya dipulangkan. Mereka tiba malam tadi dan mendapat sambutan dari sejumlah pihak. Selain mereka ada dua lainnya warga asal Ambon dan Palembang yang juga dipulangkan.

Ingatan kelam masih tergambar jelas di pikiran Ardian Rahman, satu dari lima korban selamat asal Kabupaten Sukabumi. Dia menjabat sebagai wakil tekong atau wakil kapten kapal. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat kapal yang ditumpangi terbakar hebat hingga kemudian ia dan seluruh temannya terpaksa meloncat ke laut.

"Selamat ya Alhamdulillah dikasih umur panjang, walau harus melalui perjuangan yang luar biasa," kata Ardian kepada awak media Minggu (26/9).

Ardian adalah orang pertama yang melihat saat kapal yang dia tumpangi terbakar, sekitar pukul 03.00 WIB pagi. Ardian mengaku masih terjaga, saat itu. Selang satu jam kemudian, matanya mulai mengantuk dan berniat mengambil headset ke bawah geladak kapal.

"Posisi saya saat itu di atas, niat mau turun ke bawah ambil headset mata mulai mengantuk. Saat sudah dampai bawah api sudah besar, saya enggak bisa padamkan api langsung kan anak-anak masih tidur. ABK tidur tekongnya juga posisi tidur di atas dan bawah kapal, kami seluruhnya ada 31 orang pagi itu," ucap Ardian.

Ardian kemudian mulai membangunkan teman-temannya. Kondisi api saat itu sudah mulai ke bagian depan kapal. Dia kemudian meminta seluruh ABK untuk terjun ke laut.

"Saya bangunin sampai ke atas, udah diatas api sudah mau ke depan, kata saya loncat sama saya semua, pas loncat ada yang timbul ada yang tidak," ucapnya.

Saat ditanya apakah di KM Hentri GT 195 ada pelampung, Ardian tidak menjawab secara jelas. "Pakai busa, busa sama saya dilempar-lemparin ada balok ada apa masih pada bertahan. Hanya dari cuacanya dari kapalnya 22 knot itu, yang bikin saya kemudian sempat hanyut," ujar Ardian.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Motor (KM) Hentri terbakar di perairan Maluku Tenggara (sebelumnya ditulis Maluku Utara) pada Jumat (3/9) lalu. Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon baru mendapat informasi tersebut pada Rabu (8/9).

Berdasarkan keterangan resmi Basarnas Ambon, seluruh ABK dan Kapten Kapal KM Henti berjumlah keseluruhan 32 orang. Dari jumlah itu lima orang di antaranya selamat. Basarnas masih berusaha melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, terkait nama dan asal para korban.

"Informasi yang diterima Basarnas Ambon, pada saat KM Hentri terbakar, sebanyak 30 orang ABK melompat menyelamatkan diri ke dalam air dan hanyut terbawa arus sekitar 20 mil dari Pulau Mulo. Pada 6 September sekitar pukul 13.00 WIT, lima orang ABK berhasil ditemukan oleh Kapal Motor Pencari Telur Ikan yang berasal dari Pulau Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara, dalam keadaan selamat," kata Humas Basarnas Ambon Rizky Budianto melalui sambungan telepon dengan detikcom, Kamis (9/9/2021).

(sya/mso)