Jejak Pria 'Raja' yang Gegerkan Pandeglang

Rifat Alhamidi - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 15:21 WIB
Pandeglang -

Publik di Pandeglang, Banten, awal pekan ini dihebohkan dengan seorang pria misterius bernama Iskandar Jamaludin Firdaus. Dia mengaku sebagai 'raja'.

detikcom merangkum jejak pria misterius tersebut. Simak ulasannya.

Berstatus 'Raja' Sejak 2004

Menurut pengakuan pengawalnya, Ki Jamil, Iskandar bisa mendapat gelar 'raja' sejak 2004. Gelar itu pun diperoleh secara gaib usai pria misterius tersebut turun dari gunung setelah memperdalam ilmu yang dia pelajari.

"Jadi baginda ini diangkat menjadi raja pada tahun 2004, itu asal-usul urusannya juga dengan gaib. Pengangkatan ini bukan keinginan baginda bukan juga keinginan masyarakat, tapi memang sudah perintah dari sananya, dari Sang Pencipta," kata Ki Jamil.

Disebut Satria Piningit

Usai dinobatkan sebagai 'raja', para pengikutnya pun mengungkit soal mitologi ramalan Jayabaya tentang Satria Piningit. Soalnya, mereka percaya pria misterius bernama Iskandar Jamaludin Firdaus ini adalah Satria Piningit.

"Jadi begini, beliau itu bukan orang yang mengklaim raja, tapi istilahnya orang-orang banyak yang mengatakan secara spiritual baginda ini seorang Satria Piningit. Inilah sosok Satria Piningit yang akan muncul di bumi, seorang baginda ini," ujar Ki Jamil.

Bangun 30 Rumah

Setelah mendapat gelar raja inilah, Ki Jamil mengungkapkan, Iskandar meniatkan dirinya untuk membantu warga miskin di Pandeglang. Salah satunya dengan cara membangun rumah-rumah tidak layak huni yang hingga saat ini sudah tercatat ada 30 rumah yang telah diperbaiki oleh Iskandar.

"Sekarang fokus di bedah rumah, itu sudah dari tahun 2017. Beliau langsung yang turun ke sana," tutur Ki Jamil.

Selain bantuan bedah rumah, sosok Iskandar juga diklaim sering membantu kehidupan warga dengan cara memberikan santunan rutin kepada anak yatim dan janda di wilayah Pandeglang. Kegiatan ini pun Iskandar lakukan sebagai contoh bagi para pengikutnya supaya bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain.

"Baginda ini mau mencontohkan kepada kami murid dan santrinya supaya bisa berbuat untuk sesama. Bukan karena beliau banyak hartanya terus uangnya di mana-mana, tapi memang sekaligus membantu program pemerintah apalagi untuk warga kurang mampu," kata Ki Jamil.