Peta Waspada Banjir di Jabar Hari Ini

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 08:10 WIB
Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir, pengalihan arus akibat banjir, awas banjir
Ilustrasi banjir (Foto: Andhika-detikcom)
Bandung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung merilis peta waspada potensi banjir/banjir bandang yang berlaku hari ini, Sabtu 25 September 2021. Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBD) ada lima wilayah dengan status waspada di Jawa Barat.

Lima daerah itu yakni:

1. Bogor: Sukajaya, Nanggung, Sukamakmur, Tanjungsari, Cisarua, Ciawi, Caringin, Cigombong, Megamendung, Babakan Madang, Sukaraja, Citeureup, Jonggol, Cariu, Kelapa Nunggal, Ciomas, Tamansari, Cijeruk.

2. Sukabumi : Cibadak, Warung Kiara, Cikembar, Cicantayan, Nagrak, Parung Kuda, Ciambar, Cidahu, Cicurug, Caringin, Kadudampit, Cisaat, Gunungguruh, Sukaraja, Sukalarang, Sukabumi.

3. Kota Sukabumi : Gunung Puyuh, Warudoyong, Lembursitu, Citamiang, Cikole.

4. Cianjur : Pacet, Cugenang, Gekbrong, Warungkondang, Cipanas, Sukaresmi.

5. Kota Bogor : Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Timur.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi yang mencapai 3 meter di perairan wilayah selatan Jawa Barat. " Namun kondisi riil di lapangan, ketinggian gelombang bisa berpotensi lebih tinggi dari prakiraan dan pantauan data satelit," ujar Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (25/9/2021).

Gelombang tinggi di wilayah Perairan Selatan Jawa Barat disebabkan oleh angin kencang hingga 28 knot (46 km/jam). Berdasarkan Skala Beaufort, angin sekencang itu dapat menyebabkan gelombang laut tinggi (gale).

Angin kencang yang melanda wilayah Perairan Selatan Jawa Barat juga disebabkan oleh karena menguatnya kembali MJO. Selain itu, angin kencang juga di sebabkan oleh aktivitas gelombang equatorial Rossby dan Kelvin yang terpantau aktif mulai awal Dasarian III September 2021 dan di perkirakan akan berakhir pada akhir Dasarian III September 2021

"Kombinasi MJO dan aktivitas gelombang equatorial menjadi penyebab utama angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Selatan Jawa Barat," ujar Rahayu.

(yum/bbn)