Ridwan Kamil Ragukan Data 149 Klaster COVID-19 Sekolah di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 16:21 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Dadang Hermansyah/detikcom).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyangsikan laporan 149 klaster COVID-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Barat. Menurutnya, laporan yang ditampilkan dalam laman Kemendikbudristek (https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/) itu masih belum tervalidasi datanya.

"Laporan hari ini dari Dinas Pendidikan kami bahwa itu datanya belum valid, sudah dicek ke pusat dari mana datanya itu masih belum terkonfimasi ya," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/9/2021).

"Sehingga dari kepala dinas pendidikan melaporkan bahwa data itu masih belum bisa dikutip secara resmi karena datanya belum pasti," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan.

Oleh karena itu, ia belum bisa membenarkan terkait temuan tersebut. Andaikata ada ribuan siswa dan guru yang terpapar COVID-19, tentunya Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Jawa Barat telah mendapatkan data tersebut lebih dulu.

"Tim dari Disdik Jabar mengecek dan hasilnya masih belum bisa dikonfirmasi," katanya.

Berdasarkan laporan yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) hingga 23 September 2021 pukul 16.00 WIB, sebanyak 1.152 PTK dan 2.478 peserta didik yang positif COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) Dedi Supandi mengungkapkan ada empat fenomena negatif bagi anak yang ditemukan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan.

Dedi mengatakan, empat fenomena negatif itu yakni anak yang dipekerjakan oleh orang tua atau pekerjanya. Kemudian, pihaknya juga mendapatkan laporan terkait kekerasan anak di rumah.

Dedi tak menapik, ada juga fenomena pernikahan dini bagi anak-anak karena pandemi COVID-19 ini. Yang terakhir, adanya kasus anak yang putus sekolah atau tak bisa mengakses pendidikan karena sinyal internet yang terbatas.

(yum/mso)