Ini Motif Ibu Sadis di Indramayu Bunuh Anak Tirinya Sendiri

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 17:59 WIB
Pelaku pembunuhan di Indramayu ditangkap.
Foto: Pelaku pembunuhan di Indramayu (Istimewa).
Indramayu -

Seorang ibu berinisial SA (21) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tega membunuh anak tirinya. Dia meminta bantuan teman nongkrongnya untuk menghabisi bocah yang masih berusia tahun.

Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara menjelaskan tentang motif ibu tiri yang tega habisi anaknya melalui pembunuh bayaran. Luthfi mengatakan SA merasa suaminya memberikan perlakuan berbeda terhadap anak kandungnya dengan anak tirinya. SA merasa suaminya lebih memperhatikan anak tirinya.

"Dia (tersangka SA) sakit hati. Cemburu anak tirinya dapat perhatian lebih dari bapaknya (suami SA). Selain itu, tersangka merasa kesal karena korban sering mengamuk dan minta uang jajan," kata Lutfhi saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2021).

Luthfi mengatakan SA meminta tersangka S untuk melenyapkan anak tirinya. SA dan S merupakan teman dekat.

"Tersangka S merasa tidak enak menolak permintaan SA. SA juga akan memberikan sesuatu kepada S," kata Luthfi.

Sebelumnya, kasus pembunuhan berencana ini terungkap setelah petugas berhasil mengidentifikasi maya bocah yang membusuk di Sungai Prawira Kecamatan Balongan, Indramayu pada 19 Agustus lalu.

Usai menemukan identitas korban dan orang tuanya, petugas langsung bergerak mengumpulkan informasi tentang aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Dari informasi yang didapatkan petugas, korban sempat dibonceng oleh pelaku berinisial S.

"Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat dibonceng oleh seorang pemuda berambut poni pirang pada 14 Agustus. Kita amankan pemuda dengan ciri yang sama berinisial S," kata Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif.

Di hadapan penyidik, S mengakui perbuatan bejatnya. S mengaku pembunuhan yang dilakukannya itu atas perintah ibu tiri. S dijanjikan hadiah oleh SA.

"Tersangka SA yang merupakan ibu tiri korban menyuruh S, untuk membawa korban dam menceburkannya ke sungai di mana saja hingga tidak kembali lagi atau mati. S dijanjikan hadiah oleh tersangka SA," kata Lukman.

(mso/mso)