Pria di Pandeglang Keroyok Selingkuhan Istri hingga Tewas

Rifat Alhamidi - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 14:12 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
(Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Pandeglang -

Yudi Apriadi, warga Pandeglang, Banten tewas dikeroyok oleh empat orang lantaran ketahuan berselingkuh dengan istri dari salah satu pelaku.

Peristiwa maut ini awalnya bermula saat Firdaus mencium adanya aroma perselingkuhan istrinya Nining Sarhani dengan korban. Pelaku yang saat itu masih bekerja di Jakarta pun langsung pulang ke Pandeglang lantaran sudah kepalang emosi dengan ulah istrinya itu.

Setibanya di Pandeglang yaitu pada Rabu (22/9), pelaku memanggil tiga rekannya yakni Endang Kusnadi serta dua orang berinisial E dan I untuk menjebak aksi perselingkuhan tersebut. Setelah keempatnya berkumpul, mereka lalu memancing korban supaya datang ke kediaman Firdaus.

"Dua dari keempat pelaku ini sudah kami amankan. Salah satunya FS yang merupakan suami dari istri yang menjadi penyebab perselingkuhan ini terjadi," kata Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (23/9/2021).

Setelah berhasil memancing korban, keempat pelaku lalu mengintrogasinya dengan beberapa pertanyaan. Korban pun mengakui sudah sering melakukan hubungan terlarang dengan istri Firdaus selama dia berada di Jakarta.

Meski emosinya sudah memuncak, Firdaus diminta tetap bersabar oleh kakaknya, E sembari menunggu ayah korban datang ke sana. Setelah tiba dan dijelaskan duduk perkaranya, sang ayah lantas meluapkan kekesalannya dengan memukul korban lalu diikuti pengeroyokan oleh keempat pelaku tersebut.

"Motif ini karena adanya perselingkuhan. Itu diketahui oleh suaminya yang sekarang jadi tersangka dari isi handphone istrinya," terang Belny.

Lantaran banyak mendapat bogem mentah, korban seketika terkapar dan pingsan. Dia pun lantas dibawa ke klinik terdekat, namun setibanya di sana nyawanya sudah tak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kedua pelaku yaitu Firdaus dan Endang Kusnadi sudah diamankan polisi. Sementara dua rekannya yang lain yaitu E dan I masih buron dan telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Pelaku FS kami amankan di rumahnya semalam. Semantara EK, langsung menyerahkan diri ke petugas dan telah mengakui semua perbuatannya," ungkap Belny.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku diancam Pasal 338, 170 atau 351 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

(mud/mud)