Ada Tulisan Angling Dharma dan Gudang Duit Hiasi Rumah 'Raja' di Pandeglang

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 12:30 WIB
Pandeglang -

Seorang pria misterius bernama Iskandar Jamaludin Firdaus tiba-tiba membuat geger publik di Pandeglang, Banten lantaran mengaku sebagai 'raja'. Suasana rumahnya pun ternyata sudah dibuat sedemikian rupa hingga mirip dengan sebuah kerajaan.

Dari pantauan, rumah di bagian depan milik Iskandar begitu mencolok dengan kediaman para tetangganya. Lewat warna dominan hijau putih, rumah tersebut juga terdapat tulisan 'Angling Dharma' yang terpampang di bagian atas rumah.

Bergeser masuk ke bagian gerbang, suasana kerajaan pun mulai terasa di kediaman Iskandar. Mulai dari gambar spanduk berupa elang yang dipasang dekat gerbang, hingga ada patung kuda berwarna putih di lokasi tersebut.

Masuk ke area pelatarannya, Iskandar membangun sebuah singgasana lengkap dengan tulisan 'Singgasana Raja' hingga 'Angling Dharma Raja Wangsa Negara'. Di atas singgasana itu juga terdapat kursi dan payung yang menjadi ciri khas sebuah kerajaan dengan peta dunia di belakangnya.

Iskandar juga memberikan papan tulisan para pasukan yang berada di depan singgasananya. Mulai dari Pasukan Samsail, Pasukan Mikyail, Pasukan Kortoyail, Pasukan Dardayail, Pasukan Jaror hingga Pasukan Jabarr.

Di rumah kedua milik Iskandar pun suasana kerajaan terasa begitu kental. Dengan corak kuning hijau dan motif bunga di dindingnya, rumah ini berada tepat di samping singgasana yang Iskandar bangun. Namun ada pemandangan yang menarik perhatian wartawan lantaran terdapat tulisan 'gudang duit' yang ditulis di atas rumah tersebut.

Selain memiliki bangunan layaknya kerajaan tersebut, Iskandar juga memiliki kolam yang terletak di pelataran rumahnya. Bahkan ada bangunan musala hingga paseban yang digunakan untuk menyambut tamu yang kadang digunakan para muridnya menjadi tempat bercengkrama yang memang sudah menetap di rumah tersebut.

detikcom mencoba meminta keterangan dari Iskandar mengenai tulisan-tulisan yang terpampang di rumah tersebut. Namun, ia menolak dan memerintahkan pengawalnya yang disebut Ki Jamil untuk memberikan keterangan kepada wartawan.

"Baginda raja menyampaikan belum berkenan untuk diwawancara. Jadi kalau ada hal-hal yang mau ditanyakan soal beliau, bisa langsung ke saya saja. Sudah dizinkan sama beliaunya," katanya.

Saat ditanyakan soal tulisan itu, Ki Jamil pun hanya mau menjelaskan mengenai makna tulisan 'Angling Dharma'. Sementara tulisan lainnya, dia tak mau memberi tanggapan apapun kepada wartawan.

Saat menjelaskan soal 'Angling Dharma' pun, Ki Jamil tak mau menyebut secara detail bahwa rajanya memiliki kerajaan bernama 'Angling Dharma'. Soalnya menurut dia, tulisan tersebut bukan sebutan untuk sebuah kerajaan namun merupakan filosopi untuk merenungi sosok raja tersebut.

"Dalam sejarah pernah ada kerajaan Angling Dharma, raja yang adil dan bijaksana. Di situ simbol hanya isyarat bahwa baginda itu mendarma dan membakti kepada masyarakat," katanya.

"Jadi semua mengandung syarat, seperti patung kuda mengandung syarat, semua mengandung arti yang luar biasa. Jadi banyak rahasia di dalam baginda yang saya sendiri belum sampai ke sana pemahamannya," tambahnya.

Ia pun mengatakan bahwa semua bangunan itu merupakan keinginan dari Iskandar sendiri. Bangunan itu mulai dibuat berbarengan setelah Iskandar mendapat gelar seorang 'raja'.

"Ini sebenarnya filosopinya mengandung makna. Bangunan di sini semuanya tidak pake arsitek, tidak pakai tukang dari luar. Jadi memang apa yang baginda harus ciptakan, ya maka harus diciptakan seperti itu," pungkasnya.

(mud/mud)