Tudingan Giring pada Anies Baswedan Bisa Jadi Bumerang

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 12:02 WIB
Giring Eks Nidji Serang Anies, Ini Komentar 7 Parpol
Foto: Faiq Azmi
Bandung -

Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha harus berhati-hati usai melancarkan tudingan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Alih-alih meraih simpati, pernyataan itu bisa menjadi bumerang bagi Giring.

Hal itu dikatakan Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan. Ia menilai, seorang politisi harus mengukur betul dampak komunikasi politiknya di ruang publik. Jangan sampai hasil dari ucapannya itu bertolak belakang dari tujuannya semula.

"Iya buat saya itu pelajarannya, memang politisi itu harus berhati-hati melakukan komunikasi politik, ini harus terukur apalagi disampaikan di ruang publik. Alih-alih meraih simpati atau men-downgrade posisi lawan, tapi malah kontra produktif, lawan dapat keuntungan. Kalau pernyataannya tidak terukur atau by data atau berlebihan itu sentimen negatif bisa mengarah ke diri pribadi atau kelompoknya," ujar Firman saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2021).

Tudingan itu disampaikan Giring melalui akun media sosialnya, mantan vokalis band Nidji itu menyebut jika Anies pura-pura peduli dengan masyarakat yang terhantam COVID-19. Kemudian ia menyebut, bahwa di masa darurat ini Anies mengabaikan desakan masyarakat untuk menghentikan rencana balapan mobil Formula E.

"Kalau saya melihat dua hal ini terkait kritik, itu kan soal kinerja pak Anies sebagai gubernur, soal penanganan covid, soal formula E, kita tahu PSI itu kan salah satu partai yang kelihatannya menjadi oposan di DKI Jakarta banyak kritik yang disampaikan PSI, Giring Ketua PSI di di posisi menyampaikan pandangan partainya PSI di DKI," kata Firman.

"Saya sih lebih melihat ini kritik yang tajam, bahwa kemudian itu dimaknai berbalik sentimen negatif terhadap Giring, ini kan soal bagaimana politisi menggunakan bahasa, bagaimana komunikasinya ditanggap publik, yang tentu kembali kepada publik, apakah bahasa berbohong itu berlebihan untuk simpatisan pak Anies mungkin mengganggu, tapi bagi yang tidak senang (dengan Anies) itu memberi insentif politik terhadap Giring dan PSI, kalau kita bicara kritik tentunya harus didasarkan data, batasan berbohong itu seperti apa," ujar Firman.

Terkait Giring yang tak mau dipimpin oleh Anies, Firman mengatakan bahwa hal itu merupakan hak politik semua orang. "Sebagai oposan dan Ketua PSI kalau kita lihat memang ada perbedaan secara platform dan dialog dengan pak Anies, baik secara personal atau secara partai bagi saya wajar saja, menyatakan tidak mau pak Anies jadi presiden yang menentukan itu bukan Giring atau PSI, apakah dia dapat dukungan sesuai UU atau dipilih rakyat? kalau tidak itu bagian dari kritik," katanya.

Simak video 'Giring: Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Anies Baswedan':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/ern)