COVID-19 di Banten Turun, Jokowi Minta Tetap Waspada

Bahtiar Rifa - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 17:17 WIB
Presiden RI Jokowi memberikan bonus kepada atlet peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020
(Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Serang -

Penurunan kasus di Provinsi Banten oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai bagus. Tapi, ia meminta semua pihak tetap waspada.

"Banten ini bagus sekali. Tapi kalau bagus jangan diartikan menjadi kewaspadaan berkurang. Jangan seperti itu. Ini data menunjukan bahwa kasus aktif di banten turun 97 persen dari puncak kasus yang ada," kata Jokowi di Serang, Selasa (21/9/2021).

Pada 27 Juli, di provinsi ini ada 43 ribu kasus tapi pada kemarin tinggal 1.057 kasus. Data kasus harian pun menurun. Di April pernah ada 3.500 kasus dan bahkan di bulan Juli kasus hariannya pernah mencapai 4 ribu kasus lebih. Tapi, data menunjukan penurunan kasus dan pada Senin (20/9) kemarin tinggal 33 kasus.

"Bagus semuanya, tapi kita berhadapan dengan musuh yang tidak kelihatan di mana dia berada. Sehingga hati-hati, jangan sampai angka bagus ini kewaspadaan hilang," ujarnya.

Makanya, Jokowi meminta gubernur, bupati dan wali kota tetap waspada. Jangan ada rasa terlalu senang sehingga menurunkan protokol kesehatan maupun aksi penanganan lainnya.

"Tekan terus kasus serendah mungkin dalam jangka waktu yang lama sehingga barang itu (COVID-19) hilang dari Provinsi Banten. Sehingga pada saat kasus rendah seperti ini yang perlu digenjot adalah vaksinasi," ujarnya.

Selain vaksinasi, yang harus dikontrol adalah bagaimana dengan obat-obatan dan alat kesehatan seperti ventilator. Selain itu, deteksi penyebaran harus digencarkan untuk melakukan testing dan tracing.

"Kemudian menekan BOR (bed occupancy rate), persiapan obat, oksigen dan nakes kita. Protokol kesehatan dan vaksinasi percepat, terutama prioritas ke lansia," ujarnya.

Sejauh ini, BOR di Banten juga dinilai rendah. Hal ini kemudian mengakibatkan masih melimpahnya ketersediaan obat dan vitamin yang tidak terpakai. Stok itu oleh presiden diminta disiapkan jika ada lonjakan kasus.

"Oksigen saya lihat kesiapanya bagus, ada semua, ada di seluruh tanah air sehingga saya harapkan sama bupati wali kota memiliki data komplit untuk antisipasi kejadian yang tidak kita inginkan," pungkasnya.

(bri/mud)