Masuk Pancaroba, BPBD Bandung Barat: 10 Kecamatan Rawan Banjir-Longsor

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 15:47 WIB
Ilustrasi Hujan Deras Angin Kencang Genangan Air
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Bandung Barat -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung meminta masyarakat di wilayah Bandung Raya agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi beberapa waktu ke depan.

Di Kabupaten Bandung Barat setidaknya ada 10 wilayah yang masuk kategori waspada banjir, banjir bandang, hingga longsor. Seperti di Gununghalu, Rongga, Sindangkerta, Parongpong, Cisarua, Lembang, Cikalongwetan, Padalarang, Ngamprah, dan Cipatat.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo mengakui hampir seluruh kecamatan di Bandung Barat memiliki risiko bencana baik longsor maupun banjir. Namun di 10 kecamatan tersebut cenderung lebih sering terjadi bencana.

"Potensi longsor hampir di tiap kecamatan, khusus di wilayah selatan lebih dominan karena kondisi kontur tanah atau topografi relatif berbukit dengan tingkat kemiringan lereng di atas 15 derajat bahkan ada yang lebih dari 40 derajat," ungkap Duddy kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Menurut dia berdasarkan prediksi BMKG bahwa wilayah Bandung Raya saat ini telah memasuki peralihan musim. Di beberapa daerah sudah terjadi hujan dan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Oleh sebab itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengingatkan kewaspadaan ketika di luar rumah saat terjadi hujan dan angin kencang.

"Wilayah kita sangat berpotensi terjadi bencana terutama warga yang tinggal di lokasi rawan. Karena itu kita ingatkan masyarakat akan pontensi bencana yang bisa mengancam keselamatan jiwa," ucap Duddy.

Duddy menyebut hingga saat ini belum ada laporan kejadian bencana. Namun sebagai langkah antisipasi pihaknya meminta masyarakat bisa memitigasi lebih awal potensi bencana di wilayah tempat tinggal guna menghindari serta mengurangi risiko bencana.

"Persiapan awal, kita siagakan personil. Selain itu BPBD juga berkoordinasi dengan aparat kewilayahan baik kecamatan, Polsek dan Koramil yang setiap saat bisa dikerahkan bilamana terjadi bencana," ujar Duddy.

(mso/mso)