Rentetan Kejahatan Saat Pandemi di Jabar Terungkap, 10 Tersangka Dibekuk

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 10:51 WIB
Polda Jabar mengungkap sejumlah kejahatan pandemi
Polda Jabar mengungkap sejumlah kejahatan pandemi (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Rentetan kasus kejahatan berkaitan dengan COVID-19 diungkap Polda Jabar sepanjang 2021. Sebanyak 10 orang tersangka dibekuk polisi.

Kasus-kasus berkaitan dengan COVID-19 itu mulai dari pengungkapan harga obat mahal hingga yang terakhir berkaitan dengan sertifikat vaksin ilegal yang diungkap Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Jabar di bawah pimpinan Kasubdit I AKBP Andry Agustiano.

Dari kasus obat, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus menangkap enam tersangka. Sedangkan kasus sertifikat vaksin ilegal sebanyak empat tersangka.

"Selama kami menjabat di sini selama tiga bulan, kami mencanangkan 100 hari kerja. Program kegiatan Ditreskrimsus Polda Jabar, ada beberapa kasus menonjol. Ada lima, pertama penimbunan obat Covid-19, pengawalan oksigen, pengamanan bantuan sosial terkait dengan sosial serftynet dari Kementerian sosial dan Alhamdulillah mendapatkan apresiasi dari Kementerian sosial dan terakhir kemarin kami mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat vaksin," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arif Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (21/9/2021).

Arif menuturkan pengungkapan-pengungkapan tersebut merupakan komitmen Polda Jabar untuk mendampingi masyarakat selama pandemi COVID-19. Sehingga, sambung dia, masyarakat khususnya di Jawa Barat tak kesulitan menghadapi pandemi ini.

"Itulah bentuk komitmen kami dan sudah kami buktikan, di mana efisentrumnya selama Covid itu adalah kelangkaan obat sudah kami ungkap, masalah oksigen, baksos untuk warga terdampak dan sertifikat vaksin ilegal," kata dia.

Menurut Arif, pihaknya mengimbau agar masyarakat bekerja sama untuk memberantas praktik-praktik kecurangan selama pandemi COVID-19.

"Memang kami mengharapkan kolaborasinya dari masyarakat sehingga kami bisa lebih cepat lagi bekerja, untuk mengungkap demi kemaslahatan untuk masyarakat," katanya.

Beragam pengungkapan Polda Jabar khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus ini mendapat ganjaran reward dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI). Direktur LEMKAPI, Edi Saputra Hasibuan menilai pengungkapan yang dilakukan Polda Jabar berkaitan dengan pandemi COVID-19 membantu warga.

"Sertifikat vaksin ilegal kemarin, kita tidak pernah membayangkan bagaimana itu bisa ada, tapi ternyata ada sindikat yang membuat itu dan kerja cepat yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Jabar banyak diapresiasi masyarakat.," kata Edi.

Sebagai perwakilan masyarakat, Edi meminta agar Polda Jabar terus melakukan pengawasan terkait permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pandemi COVID-19.

"Saya kira demikian, kita jangan puas dengan capaian yang ada saat ini, harus terus bekerja dan melakukan pengawasan di tengah-tengah masyarakat," ujar Edi.

Simak juga 'Polemik Sengketa Lahan, Rocky Gerung: Sentul City Biangnya Kriminal!':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)