Area Proyek Kereta Cepat Langganan Banjir, Ini Upaya Mitigasi KCIC

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 21:39 WIB
Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung terus dikebut. PT KCIC pun mengklaim progres pembangunan proyek kereta cepat itu sudah mencapai 77,92 persen.
Foto: Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Agung Pambudhy/detikcom).
Bandung -

Potensi banjir di penghujung tahun masih mengancam. Daerah-daerah di Jabar terutama sekitar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tak luput jadi sasaran.

Guna mencegah hal tersebut, PT KCIC sudah mulai melakukan mitigasi bencana. Berbagai upaya meminimalisir banjir sudah dilakukan bersama konsorsium kontraktor

"Para kontraktor yang tergabung dalam High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) seperti CREC, Synohidro dan WIKA telah melakukan berbagai perbaikan dalam sistem kerja terkait potensi banjir dan saluran drainase akibat kegiatan konstruksi," ucap General Manager Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/9/2021).

Mirza mengatakan mitigasi dilakukan mulai dari penyisiran dan pemantauan ke sejumlah titik yang berpotensi terkena bencana alam. Hal itu dilakukan guna memastikan saluran dalam keadaan normal. Pengecekan dilakukan di sejumlah pintu air sungai dan saluran air di sekitar proyek.

Beberapa sungai dilakukan pengecekan seperti Sungai Sunter, Sungai Cikarang, Sungai Cisangkan, Sungai Cilember dan saluran irigasi Cigondewah Kaler.

"Konsorsium kontraktor proyek KCJB juga terus memonitor elevasi muka air pada outlet divertion secara berkala, terlebih di musim penghujan di aliran sungai yang berpotensi mengalami perubahan perilaku sebagai dampak proyek KCJB," tuturnya

Untuk pengelolaan sistem drainase, kata Mirza, pihaknya akan melakukan normalisasi hingga pembersihan darainase.

"Kami akan melakukan normalisasi atau perbaikan dan pembersihan saluran drainase, hingga pembuatan cross drain di area proyek yang telah selesai pengerjaannya. Kami juga membuat box control di cekungan, dan saringan pada setiap ujung saluran drainase agar dapat membersihkan sampah yang masuk ke saluran," ujar Mirza.

Menurutnya, perbaikan drainase dilakukan sampai level normalisasi. Hal itu seperti dilakukan di Bekasi.

"Di Bekasi, secara berkala PT KCIC melalui konsorsium kontraktor melakukan pembersihan sungai karena banyak sampah yang menyumbat aliran sungai. Pembersihan dilakukan secara berkala. Sekali pengangkutan bisa 100-150 truk," katanya.

Upaya mitigasi lainnya, sambung dia, antara lain perbaikan pagar pembatas, pembersihan sampah, dan pemotongan rumput di area kerja agar tidak menutupi saluran drainase di DK (derajat kebebasan) 16+100, DK 14+600, DK 12+300-12+600, DK 115+000, DK 115+160, DK 115+560, DK 115+760-DK 116+260, DK 116+760, DK 117+510 dan DK 120+760.

Lebih lanjut, kontraktor terkait pun melakukan penutupan sementara dengan karung pasir pada cross drain di DK 120+240 yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan pengecoran bertulang di area tersebut.

Di area dengan potensi banjir cukup tinggi seperti yang berada di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, dibuat saluran crossing sementara yang mengarah ke hilir untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Pada cross drain di KM 4+500 (Baros) yang sebelumnya tertutup lumpur dan sampah, sudah dilakukan pembersihan. Sebagian air yang menggenang sudah dialirkan melalui side ditch pasangan batu dengan dimensi yang mengecil ke arah KM 4+600.

Di samping itu, Mirza menuturkan pihaknya sudah dan akan terus melakukan perbaikan terhadap akses warga yang rusak akibat banjir yang terjadi sebelumnya, terutama banjir yang terjadi sebagai dampak dari proyek pembangunan KCJB. Menurutnya, perhatian juga ditujukan pada jalan tol yang berdekatan dengan area proyek KCJB.

Mirza menambahkan segala macam upaya mitigasi untuk pencegahan banjir seperti pemantauan, perbaikan, pembangunan, dan pembersihan saluran air di sekitar lokasi proyek KCJB, akan terus dilakukan selama pengerjaan konstruksi berlangsung,

"Untuk menghindari masuknya kotoran tanah dari area kerja proyek menuju ke badan jalan tol, diantisipasi dengan membuat washing bay dengan menggunakan 1 unit jet washer di setiap pintu keluar masuk proyek," kata dia.

(dir/mso)