Jabar Banten Hari Ini: Perampok Bunuh Bos Toko Emas-Sosok Jaka Pengawal Ali Kalora

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 21:17 WIB
Toko Emas di Bandung Disatroni Kawanan Perampok
Foto: Perampokan di Bandung (Dony Indra Ramadhan/detikcom).

Sosok Jaka Ramadan Pengawal Ali Kalora di Mata Warga

Satgas Madago Raya menembak dua orang anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah (Sulteng) yakni Ali Kalora dan Jaka Ramadan. Jaka yang merupakan warga Pandeglang dikenal tertutup.

Selama tinggal di sana, Jaka dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang bergaul dengan masyarakat. Bukan hanya itu, saat menempuh pendidikan di bangku SMP, Jaka pun tidak pernah bergaul dengan teman sebayanya dan diketahui lebih memilih menyendiri di rumah.

"Jaka ini pas SMP memang tinggal di sini, tapi dia enggak pernah bergaul kayak yang lain. Tertutup orangnya," kata Nana, ketua RT setempat saat ditemui detikcom di rumahnya yang tak jauh dari lokasi kediaman Jaka Ramadan, Pandeglang, Banten hari ini.

Menurut Nana, setelah lulus SMP, Jaka diketahui telah diajak oleh saudaranya masuk pesantren ke wilayah Malingping, Kabupaten Lebak. Sejak saat itu, warga pun hampir tak pernah melihat sosoknya lagi lantaran jarang pulang ke rumah.

"Selama sekolah di sini juga orangnya enggak pernah kelihatan main sama temannya. Kalau pulang, dia sering ke kebun. Pas libur geh ke kebun, menyendiri terus," ungkapnya.

Bukan hanya Jaka, sang ibu hingga keluarganya juga dikenal sebagai sosok yang tertutup di lingkungan masyarakat. Mereka kerap mengurung diri di rumah dan jarang bergaul dengan warga setempat.

"Masyarakat di sini aja kurang tahu sama si Jaka. Kalau belum nyebut nama ibunya, enggak pada tahu karena memang tertutup orangnya," pungkas Nana.

Diketahui, Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora dan pengawalnya Jaka Ramadan. Baku tembak ini terjadi pada Sabtu (18/9/2021) di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Ali Kalora sendiri sebelum tewas ditembak bersama anak buahnya masuk dalam enam DPO Satgas Madago Raya. Keempat DPO itu adalah warga Bima.

Satgas Madago Raya pun masih memburu 4 anggota MIT yang menjadi DPO usai pimpinan mereka Ali Kalora tewas ditembak. Satgas berharap operasi pengejaran itu segera tuntas.


(wip/mso)