Firasat Keluarga Sebelum Bocah Pendaki Hilang di Gunung Guntur

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 18:30 WIB
M Gibran Arrasyid (14) hilang misterius di Gunung Guntur, Kabupaten Garut. Proses pencarian bocah pendaki itu tengah dilakukan oleh pihak berwenang.
Pencarian bocah hilang di Gunung Guntur (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

M. Gibran (14) pendaki asal Garut hilang misterius di Gunung Guntur. Keluarga merasakan hal aneh sebelum Gibran menghilang.

Gibran hilang misterius saat mendaki Gunung Guntur bersama 13 orang teman yang baru dia kenal. Mereka berangkat hari Sabtu (18/9) dan bermalam di pos 3 Gunung Guntur.

Keesokan harinya, Minggu (19/9), rombongan melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Guntur. Namun, Gibran tidak ikut dan memilih bertahan di pos 3.

Saat rombongan kembali turun dari puncak ke pos 3, Gibran sudah menghilang dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Ayah Gibran, Alam Surahman (45) mengatakan, Gibran terakhir kali menghubungi keluarga Sabtu petang.

"Terakhir kontak Sabtu maghrib. Video call," kata Alam.

Alam mengatakan, saat itu dia merasa ada yang aneh dengan putra ke limanya itu. Alam merasa Gibran tidak seperti biasanya.

"Cuman di sana sudah tampak keanehan menurut saya. Seperti bukan anak saya, dari roman-roman wajah beliau itu. Kok adem banget romannya. Adem, dingin," ungkap Alam.

Alam mengatakan, saat terakhir kontak tersebut, Gibran terlihat pucat dan dingin. Dia mengaku sempat memberi semangat pada anak bungsunya itu.

"Setelah itu dimatikan teleponnya," ujar Alam.

Alam sendiri mengetahui kabar hilangnya Gibran pada Minggu (19/9) malam kemarin. Hingga Senin petang ini, Alam masih bertahan di pos pemantauan Gunung Guntur menunggu kabar terbaru anaknya.

Sementara pencarian terhadap Gibran sendiri saat ini menemui kendala. Sebab, hujan deras turun di lokasi sejak pagi tadi.

"Untuk cuaca seperti ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian. Hujan dan kabut terus turun," ucap Koordinator Lapangan Tim Basarnas Rafik kepada wartawan di lokasi.

Kendati demikian, saat ini petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri bersama sejumlah relawan masih bersiaga di posko untuk melakukan pemantauan.

(mud/mud)