Jaka Punya Sepupu di Kelompok Ali Kalora, Pernah Latihan Perang di Syuriah

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:53 WIB
Barang bukti yang disita dari kelompok Ali Kalora MIT
Foto: Barang bukti yang disita dari kelompok Ali Kalora MIT (Istimewa).
Pandeglang -

Jaka Ramadan, pengawal pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora tewas ditembak Satgas Madago Raya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng. Jaka rupanya memiliki seorang sepupu bernama Samir alias Alfin yang sama-sama ikut bergabung dengan kelompok teroris tersebut.

Sebagaimana diberitakan detikcom, Maret lalu dua anggota kelompok MIT telah tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya. Mereka adalah Haerul alias Irul dan Samir alias Alfin. Nama terakhir rupanya memiliki ikatan saudara dengan Jaka Ramadan yang berhasil dilumpuhkan satgas pada Sabtu (18/9/2021) kemarin.

"Jadi si Jaka sama si Alfin ini memang sepupuan. Udah kayak kakak adik aja, kalau kemana-mana selalu berdua," kata Nana, ketua RT setempat saat ditemui detikcom di rumahnya yang tak jauh dari lokasi kediaman Jaka Ramadan, Pandeglang, Banten, Senin (20/9/2021).

Saat masih tinggal di kampungnya, Jaka dan Samir memang dikenal sebagai pemuda yang tertutup dan jarang bergaul dengan teman sebayanya. Sosok mereka begitu misterius dan hampir tak familiar di lingkungan warga meskipun keduanya diketahui lahir di Kecamatan Bojong, Pandeglang, Banten.

"Ibu si Jaka sama Alfin (Samir) ini kakak-adik, (ibu) Jaka kakaknya kalau si Alfin adiknya. Kalau bapaknya sudah meninggal semua, itu katanya orang Jakarta (bapak Jaka dan Alfin)," ungkap Nana.

Kehidupan kedua sepupu ini semakin misterius setelah keduanya dibawa oleh pamannya untuk masuk pesantren di wilayah Malingping, Kabupaten Lebak. Setelah itu, tak ada kabar lagi yang didengar warga dari dua orang anak buah Ali Kalora ini.

"Setelah itu, warga di sini tahu-tahu dapat kabar kalau Jaka sama Alfin udah ada di Syuriah ikut latihan perang. Habis dari sana, mereka katanya berangkat ke Poso ikut kelompok teroris yang waktu itu masih dipimpin sama Santoso," tuturnya.

Setelah beberapa tahun tak mendengar kabar keduanya, Minggu (19/9) kemarin, warga mendapat kabar jika Jaka Ramadan telah tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Sulawesi Tengah. Jaka menyusul sepupunya Samir alias Alfin yang telah tewas terlebih dahulu dalam pemburuan kelompok teroris Ali Kalora.

"Kemarin begitu dapat kabar si Jaka, saya langsung sampaikan ke ibunya. Ibunya sudah ikhlas dan mutusin jenazah si Jaka ini enggak usah dibawa ke sini, dikuburkan di sana (Sultenga) aja," tandasnya.

Diketahui, Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora dan pengawalnya Jaka Ramadan. Baku tembak ini terjadi pada Sabtu (18/9/2021) di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Ali Kalora sendiri sebelum tewas ditembak bersama anak buahnya masuk dalam enam DPO Satgas Madago Raya. Keempat DPO itu adalah warga Bima.

Satgas Madago Raya pun masih memburu 4 anggota MIT yang menjadi DPO usai pimpinan mereka Ali Kalora tewas ditembak. Satgas berharap operasi pengejaran itu segera tuntas.

(mso/mso)