Begini Cara Cek Bantuan PPKM di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 16:10 WIB
Ilustrasi Bansos
Ilustrasi bansos (Foto: dok.detikcom)
Bandung -

Pemerintah pusat akan mengumumkan nasib Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) petang ini, apakah diperpanjang atau tidak. PPKM memberikan dampak yang positif bagi pengendalian COVID-19, yakni dengan menurunkannya tren kasus harian dan tingkat keterisian rumah sakit (BOR).

Di samping pengendalian COVID-19, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) pun menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada warga. Bantuan itu berupa bansos tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT), serta program keluarga harapan (PKH).

Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah bantuan berupa uang yang diberikan kepada keluarga miskin, tidak mampu, dan/atau rentan yang terkena dampak wabah COVID-19. Besaran Bantuan Sosial Tunai adalah senilai Rp.600.000,-/keluarga/bulan.

Sedangkan, bantuan PKH disesuaikan dengan anggota keluarga penerima. Bila dirinci, keluarga yang memiliki ibu hamil atau balita akan menerima bantuan Rp 3 juta per tahun. Keluarga yang memiliki anak SD menerima Rp 900.000 per tahun, anak SMP Rp 1,5 juta per tahun, dan anak SMA Rp 2 juta per tahun.

Tiga jenis bansos itu disalurkan untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat PPKM 2021. Lalu bagaimana cara mengecek apakah menerima bansos atau tidak?

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan warga bisa mengecek dengan mendatangi desa atau kelurahan masing-masing. "Data ada di desa atau kelurahan masing-masing, dengan memperlihatkan NIK yang bersangkutan penerima atau bukan," ujar Dodo saat dihubungi detikcom, Senin (20/9/2021).

Selain itu, warga Jabar yang telah terdaftar dalam daftar terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) juga bisa mengecek melalui laman cekbansos.kemensos.go.id. Di dalam laman itu memasukkan alamat dan identitas sesuai KTP.

"Iya bisa dicoba juga melalui laman tersebut," kata Dodo.

Selain dari Kemensos, Pemprov Jabar juga tengah menggodok bansos yang diperuntukkan bagi pedagang pasar, usaha kecil, usaha wisata dan budaya dan Lembaga Kesejahteraan Sosial atau panti sosial.

"Untuk bansos provinsi sedang proses usulan penetapan sasaran oleh gubernur, mudah-mudahan bulan depan bisa tersalurkan," ujar Dodo.

(yum/bbn)