Gelar PTM, Disdik KBB Sebut Kesulitan Awasi Anak Saat Pulang Sekolah

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:49 WIB
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dilakukan di Siswa SMP Negeri 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Anak-anak tampak gembira bisa masuk sekolah lagi.
Foto: Pelaksanaan PTM di Bandung Barat (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah perpanjangan PPKM level 3. Pelaksanaan PTM pada hari pertama ini dinilai lancar, namun pengawasan para siswa di luar sekolah tengah menjadi perhatian.

"Untuk hari pertama PTM SD dan SMP ini berjalan dengan sangat baik dan tak ada laporan dari lapangan. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung Barat Dadang A Sapardan kepada wartawan, Senin (20/9/2021).

Namun Dadang menyebut ada kesulitan yang dihadapi pihaknya tatkala para siswa pulang sekolah. Dikhawatirkan para siswa bakal nongkrong terlebih dahulu sebelum akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

"Antisipasi mengawasi aktivitas anak di luar sekolah agak sulit karena buka otoritas sekolah lagi. Tapi kami koordinasi dengan kecamatan, desa, RT RW dan Dishub kaitan dengan tidak terjadinya kerumunan siswa di sekolah. Orang tua juga sebisa mungkin menjemput anak-anaknya sepulang sekolah," kata Dadang.

Merujuk pada SKB 4 Menteri, siswa yang bakal menjalani PTM terbatas tak diwajibkan untuk divaksinasi. Namun guru dan tata usahalah yang harus divaksinasi agar sekolah bisa menggelar PTM terbatas.

"Tapi ada sebagian siswa yang sudah divaksinasi. Hanya saja yang lebih utama itu gurunya sudah divaksinasi, kalau belum maka sekolahnya harus tetap PJJ," tutur Dadang.

Sejauh ini Dadang menyebut tak terlalu banyak orangtua yang tak mengizinkan anak-anak mereka mengikuti PTM terbatas. Izin orangtua sendiri wajib dikantongi anak jika ingin mengikuti PTM terbatas.

"Untuk orangtua ada beberapa yang tidak mengizinkan. Kalau tidak diizinkan itu jadi menjalani PJJ, kalau diizinkan baru PTM. Kemarin itu seperti SD di daerah Lembang ada yang tak mengizinkan tapi enggak banyak hanya ada satu dua orangtua saja," jelas Dadang.

Selama dua bulan ke depan para siswa bakal menjalani PTM terbatas di masa transisi. Baru setelahnya mereka akan menjalani PTM terbatas di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Jadi dua bulan ini sebutannya PTM masa transisi, setelah itu berlanjut ke PTM AKB. Mudah-mudahan berjalan lancar. Untuk anak-anaknya dibatasi 50 persen dan sekolahnya hanya beberapa hari dalam seminggu, itu juga hanya beberapa jam," pungkas Dadang.

(mso/mso)