Inspiratif! Gadis Pengidap Kanker Otak Jadi Lulusan Terbaik Uniga

Hakim Ghani - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 09:01 WIB
Avif saat menerima ijazah kelulusan dari pihak kampus
Avif saat menerima ijazah kelulusan dari pihak kampus (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

Mengidap kanker otak tak jadi halangan bagi Avif, seorang gadis asal Garut. Di bawah keterbatasan itu, dia justru berhasil jadi lulusan terbaik Uniga.

Pemilik nama lengkap Rosidah Avifah Nurzannah itu dinyatakan sebagai satu dari 8 wisudawan terbaik Universitas Garut angkatan 31 dalam sidang yang digelar Sabtu (18/9).

Avif menyandang gelar S.I Kom setelah meraih IPK 4.0 dan yudisium Cumlaude.

Perjalanan Avif saat kuliah tidak lah mulus. Sebab, tak seperti temannya yang lain, dia harus kuliah sambil menahan sakit kanker otak yang diderita sejak tahun 2008.

Di sela-sela wisuda, detikcom sempat berbincang dengannya. Avif mengisahkan perjuangannya kuliah hingga berhasil lulus dalam waktu 3 tahun 5 bulan.

"Aku kuliah pakai kursi roda kak. Karena aku banyak keterbatasan," kata Avif mengawali perbincangan.

Avif mengaku sering menemui kendala saat mengikuti proses perkuliahan. Selain terbatas geraknya karena menggunakan kursi roda, dia juga sering pingsan di kelas karena kesehatannya.

"Sering itu. Mungkin kalau di itung lebih dari 10 kali," katanya.

Di tengah keterbatasan, kata Avif, dia selalu semangat menjalani masa kuliah. Pelajaran yang diberikan dosen dia lahap dengan serius untuk membuktikan dia mampu seperti yang lain.

Hasilnya, sangat membanggakan. Menggarap tugas akhir sejak awal tahun, Avif berhasil menyelesaikannya belum lama ini hingga akhirnya bisa ikut wisuda angkatan 31 Uniga.

"Kalau ada yang bilang aku keren bisa lulus cepat itu enggak. Ini hasil dari kerja keras dan bantuan teman-teman. Dosen juga," katanya.

Avif mengidap kanker otak sejak tahun 2008 lalu. Saat itu, dia masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.

Tentang penyakit yang diderita, Avif sedikit bercerita. Dia mengaku pernah divonis hidup tak lama lagi. Namun takdir berkata lain, Avif terlihat bugar dan cerita hingga kini usianya 22 tahun.

"Dulu pernah dokter bilang ke orang tua aku, katanya umurnya tinggal sekitar 17 hari lagi," ucap Avif.

Avif mengaku bangga telah berhasil lulus dari kampus meskipun di bawah keterbatasan. Dia mengaku selalu tetap semangat dan menginspirasi orang lain.

Di akhir perbincangan, Avif sedikit berbagi tips bagi mahasiswa dan teman sebayanya tentang skripsi yang bisa dengan cepat dia selesaikan.

"Yang penting harus ada motivasi. Untuk apa mengerjakan itu, untuk apa menyelesaikan itu," tutul Avif.

Rektor Uniga Abdusy Syakur mengungkapkan rasa bangganya untuk Avif. Dia berharap mahasiswa yang lain bisa meniru semangat Avif yang tetap tegar meskipun mengidap penyakit berat.

"Saya sangat bangga dengan Avif. Dia menunjukan keterbatasan bukan halangan untuk terus berkarya. Kami berharap yang terbaik untuknya," ujar Syakur.

Simak juga 'Dita, Wanita 'Istimewa' Terlahir Tanpa Rahim':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)