Jabar Sepekan: Burung Pipit Mati Massal-Bareskrim Usut Pembunuhan di Subang

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 21:42 WIB
Rombongan burung pipit berjatuhan dan mati massal di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat. Begini potretnya.
Foto: dok. Istimewa

2. Boris 'Preman Pensiun' Dibekuk Usai Konsumsi Narkoba

Nio Juanda Yasin, pemeran tokoh Boris dalam sinetron Preman Pensiun dibekuk jajaran Satresnarkoba Polres Cimahi lantaran kedapatan melakukan penyalahgunaan narkotika.

Boris diamankan pihak kepolisian pada 11 September lalu di sebuah guest house di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Saat itu Boris diketahui tengah menggunakan narkotika jenis sabu dan ganja.

"Kita amankan seorang tersangka berinisial BR yang pernah ikut main film layar lebar (Preman Pensiun) karena penyalahgunaan narkotika," ungkap Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Rabu (15/9/2021).

Imron menyebut pengungkapan kasus penyalahgunaan oleh kalangan artis itu berawal dari laporan masyarakat. Kemudian pihaknya melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut.

"Setelah kita dapat informasi valid dengan undercover buy, kemudian dia (Boris) kita amankan. Kita amankan juga temannya bernama Ramayandi," kata Imron.

Dari tangan Boris, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya satu linting narkotika jenis ganja bekas pakai, satu bungkus plastik klip bening yang berisi sabu seberat 1 gram, satu buah perangkat alat hisap sabu, dan berbagai barang bukti lainnya.

"Berdasarkan pengakuan dia ini hanya pemakai baru sekitar dua bulan. Nanti akan kita kembangkan lagi," tandas Imron.

Dalam balutan pakaian tahanan berwarna biru, Boris nampak berjalan dengan tegak dan penuh percaya diri. Lengannya diborgol didampingi dua orang personel kepolisian. Namun ia enggan memberikan keterangan apapun pada wartawan yang hadir dalam gelar perkara tersebut.

3. Bareskrim Terlibat Usut Pembunuhan Sadis di Subang

Kasus pembunuhan sadis di Kabupaten Subang yang belum terungkap hingga berpekan-pekan membuat Bareskrim Mabes Polri turun tangen. Bareskrim akan membekup penyelidikan kasus tersebut.

"Jadi untuk masalah kasus Subang, pembunuhan Subang sudah ada atensi dari pimpinan di pusat. Sehingga sekarang ada penguatan dalam membekup pengungkapan kasus pembunuhan ini," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/9/2021).

Erdi mengatakn tim dari Bareskrim Mabes Polri tersebut nantinya akan membekup bilamana ada kesulitan dalam proses penyelidikan. Proses penyelidikan secara digital dan konvensional akan dibantu oleh Bareskrim Mabes Polri.

"Bukan dari Polda saja, bahkan dari Bareskrim mabes polri yang bisa membantu pengungkapan baik secara manual konvensional maupun digital ini di berdayakan dan semua membekup Polres Subang," kata dia.

Sementara itu untuk kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan. Polisi masih melakukan pengembangan atas hasil laboratorium forensik yang sudah didapat.

"Sementara masih dikembangkan, dipelajari bukti-bukti yang sudah didapat selama ini," kata dia.

Pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus itu masih dikebut. Sejumlah saksi dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Sementara masih dikembangkan dipelajari bukti-bukti yang sudah di dapat selama ini kemudian mereka evaluasi dan terus penyelidikan," ucap Erdi.

Untuk pemeriksaan saksi, kata Erdi, pihaknya masih terus melakukan pemanggilan. Beberapa saksi yang sudah dipanggil, tak menutup kemungkinan kembali dipanggil.

"Mengerucut saksi-saksi yang kiranya akan mengarah kepada ditemukannya tersangka ini sedang didalami. Oleh karena itu sekarang masih dalam konteks penyelidikan," tutur dia.

Erdi menambahkan meski ada saksi yang kembali dipanggil beberapa kali, Erdi menyebut hal itu untuk kepentingan penyidikan. Dia menyebut diperiksanya saksi berkali-kali seperti Yosep bukan berarti menunjukkan dia tersangka.

"Bukan berarti yang bersangkutan dipanggil terus menjadi tersangka tidak, tetapi ada pengembangan-pengembangan informasi misalnya ditemukan barang bukti kemudian disingkronkan, itu yang kita dalami," katanya.

Sebelumnya, Warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada Rabu (18/8). Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).