Disdik Janji Segera Perbaiki Kelas SDN 2 Cangkoak Cirebon yang Ambruk

Sudirman Wamad - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 18:35 WIB
Salah satu ruang kelas di SDN 2 Cengkoak Cirebon ambruk.
Foto: Sudirman Wamad
Cirebon -

Satu bangunan kelas di SDN 2 Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ambruk. Atap ruangan kelas tersebut mengalami pelapukan karena dimakan usia.

Saat kejadian kondisi cuaca di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon diguyur hujan. Kondisi bangunan yang lapuk itu tak kuat menahan guyuran hujan. Sebelum kejadian, pihak sekolah telah mengosongkan bangunan yang ambruk.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mengaku telah mensurvei bangunan Kelas IV SDN Cangkoak sebelum ambruk. "Sebetulnya sebelum ambruk kita telah melakukan survei. Dan kita usulkan untuk perbaikan dalam APBD perubahan 2021," kata Kepala Disdik Kabupaten Cirebon Denny Supdiana saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/9/2021).

Denny mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon terkait bangunan SDN 2 Cangkoak yang ambruk. Denny meminta agar Bappelitbangda memprioritaskan pembangunan SDN 2 Cangkoak dalam pelaksanaan APBD perubahan 2021.

"Kita dorong agar menjadi program prioritas di perubahan APBD 2021. Jadi insyaallah akan mulai dibangun dalam perubahan APBD 2021," kata Denny.

Sementara itu, ambruknya ruangan Kelas IV SDN 2 Cangkoak itu terjadi pada Selasa (14/9/2021). Selain kelas IV, dua kelas lainnya yakni V dan VI dikosongkan lantaran mengalami kelapukan. Pihak sekolah khawatir kejadian serupa terjadi di dua kelas yang dkosongkan itu.

"Sudah tidak dipakai ruangannya. Pokoknya hampir dua tahun, selama masa pandemi. Kejadiannya kemarin pagi," kata Suhemi kepada awak media di SDN 2 Cangkoak, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/9/2021).

Suhemi menceritakan saat kejadian hujan mengguyur wilayah Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kondisi demikian mengakibatkan rembesan di beberapa sudut bangunan yang sudah tak layak digunakan itu.

"Malamnya hujan, paginya rintik-rintik. Setelah kejadian (roboh) saya kontrol ke kelas, ternyata bangunan sebelahnya sudah retak. Kalau didorong saja sudah roboh," ucapnya.

(ern/ern)