2 Ribu Pohon Mangrove Cegah Abrasi di Pantai Karangtirta Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 16:49 WIB
Penanaman pohon mangrove di Pangandaran
Foto: Faizal Amiruddin
Pangandaran -

Upaya untuk memperkuat pesisir pantai dari ancaman abrasi di pantai Karangtirta Pangandaran terus dilakukan oleh banyak kalangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan penanaman pohon mangrove atau bakau di sekitar bibir pantai.

Seperti yang dilakukan taruna siaga bencana (Tagana) Pangandaran yang mengisi kegiatan world clean up day dengan melakukan aksi bersih-bersih pantai dan menanam 2.000 bibit pohon mangrove, Sabtu (18/9/2021).

Selain aktivis Tagana, penanaman mangrove di pantai Karangtirta juga melibatkan sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat termasuk unsur pemerintah daerah. Selain menjadi tameng abrasi, pohon mangrove juga berfungsi untuk memperbaiki kondisi ekosistem di sekitar pantai.

Ketua Tagana Pangandaran Nana Suryana mengatakan pohon mangrove bisa menjadi green belt atau sabuk hijau bagi pantai. Jika sudah besar dan membentuk rumpun, pohon ini bisa mencegah abrasi pantai yang efektif. "Selain menjadi green belt juga menjadi ekosistem binatang laut. Selain itu juga bisa menjadi daya tarik wisata. Pantai akan lebih indah dengan keberadaan pohon mangrove," kata Nana.

Pembina Tagana Pangandaran yang juga Kepala Dinas Sosial Pangandaran Wawan Kustiawan mengatakan penanaman kali ini merupakan lanjutan dari penanaman yang sudah dilakukan sebelumnya. "Beberapa bulan lalu sudah menanam sekitar 20 ribu pohon mangrove, sekarang tambah lagi sekitar 2 ribu. Untuk menambal sulam, pohon yang gagal tumbuh," kata Wawan.

Dia mengatakan penanaman mangrove harus dibarengi oleh perawatan berkala. Karena bibit bisa saja rusak sehingga gagal tumbuh. "Yang berat itu merawatnya. Tapi Tagana sudah berkomitmen untuk memeriksa tanaman ini menimal seminggu sekali dan dilakukan secara bergiliran oleh anak-anak Tagana," kata Wawan.

Wawan menambahkan selain oleh faktor alam, mangrove yang gagal tumbuh juga diakibatkan ulah manusia. "Mungkin karena belum tahu jadi terinjak-injak, makanya harus terus dirawat secara berkala," kata Wawan. Butuh waktu sekitar 5 tahun agar pohon mangrove itu tumbuh besar dan menjadi kuat.

Selain puluhan anggota Tagana, penanaman juga dilakukan oleh puluhan anggota komunitas mulai dari pelajar, komunitas sepeda, kalangan ibu-ibu dan lainnya.

Penanaman pohon mangrove di PangandaranPenanaman pohon mangrove di Pangandaran Foto: Faizal Amiruddin

Seremonial acara juga dihadiri oleh Bupati Pangandaran, Ketua DPRD, Kapolres Ciamis serta sejumlah pejabat lainnya. Mereka juga turun untuk melakukan penanaman pohon mangrove tersebut.

"Tentu kami apresiasi kiprah rekan-rekan Tagana ini. Karena mangrove sangat penting untuk mencegah abrasi. Hutan mangrove juga bisa membawa manfaat bagi masyarakat, karena bisa menjadi tempat bertelur udang dan hewan laut lain. Makanya masyarakat juga harus ikut merawat," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Sementara itu terkait potensi wisata pantai Karangtirta yang sampai saat ini belum tergarap maksimal, Jeje menjelaskan langkah awal pengembangan wisata pantai Karangtirta diawali dengan pembangunan akses jalan lintas pantai.

"Tahun depan mudah-mudahan bisa selesai jembatan penghubung pantai Pangandaran dan pantai Karangtirta. Jadi nanti kalau sudah ada jembatan, untuk menuju Karangtirta bisa langsung dari pantai barat. Dengan begitu Insya Allah bisa membantu perkembangan wisata di sini," kata Jeje.

Pembangunan jembatan Pangandaran (Cikembulan) - Karangtirta sendiri saat ini baru selesai separuh. Pembangunan itu tertunda akibat kondisi pandemi COVID-19. Meski belum selesai, saat ini jembatan itu selalu ramai dikunjungi wisatawan dan warga karena posisi jembatan memiliki pemandangan yang bagus ketika waktu sunset.

(ern/ern)