Round-Up

Terungkap, Burung Pipit yang Mati Massal di Cirebon Bersarang di Pohon Sawo

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 09:25 WIB
Rombongan burung pipit berjatuhan dan mati massal di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat. Begini potretnya.
Foto: dok. Istimewa
Bandung -

Fenomena kematian massal burung pipit bukan hanya di Bali, juga terjadi di Cirebon. Tiba-tiba saja ratusan burung pipit berjatuhan di area belakang Balai Kota Cirebon ratusan burung berjatuhan massal kembali terjadi. Kali ini, penampakan ratusan burung jenis pipit berjatuhan itu ditemukan di area belakang Balai Kota Cirebon.

Insiden yang terjadi Selasa pagi lalu (14/9/2021) itu, bikin geger dan viral di media sosial.

Berdasarkan video dan foto yang beredar di media sosial, terlihat ratusan burung yang didominasi berwarna hitam itu berserakan di sekitar pohon.

Terlihat juga ada beberapa burung yang masih bergerak dan dalam kondisi basah tak bisa terbang.

Salah seorang pegawai di Balai Kota Cirebon, Ojo mengatakan penemuan ratusan burung itu pertama kali ditemukan petugas Pamdal.

"Jadi ditemukannya itu pagi-pagi oleh petugas (Pamdal) sekitar jam 6 pagi lah," kata Ojo saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar) angkat suara soal ini. Pemprov Jabar memastikan burung pipit yang mati massal di Balai Kota Cirebon tak menularkan penyakit ke peternakan unggas lokal.

Kabid Keswan Kemavet DKPP Jabar Suprijanto memastikan dari hasil deteksi awal tak ditemukan adanya gejala penyakit dari burung yang mati massal tersebut. Menurutnya dari rentetan peristiwa tersebut muncul berbagai spekulasi, salah satunya karena penyakit flu burung.

Sarang Pohon Sawo

Suprijanto mengatakan pihaknya pun berkoordinasi dengan DKPP Sukabumi dan BKSDA. Sampel dari bangkai maupun burung yang masih hidup dikirimkan ke lab untuk diteliti lebih lanjut.

"Tim dari Subang dan Cirebon langsung turun ke lapangan untuk memeriksa. Informasi yang dikumpulkan burung pipit ditemukan mati jam setengah tujuh di bawah pohon sawo kecil yang menjadi sarang burung pipit," ujar Kepala DKPP Jabar Jafar Ismail saat dihubungi detikcom.

Berdasarkan pantauan, Jafar mengatakan, burung pipit yang mati massal berasal dari sarang yang berada di pohon sawo. Sedangkan, burung pipit yang bersarang di sela-sela celah bangunan di balai kota cenderung sehat.

"Sebelumnya memang terjadi hujan dari pagi sampai siang, terjadi kematian pada burung pipit di pohon sawo, tapi tidak terjadi dengan yang di sela-sela bangunan di balai kota (Cirebon)," ucap Jafar.

Setelah itu, sampel burung yang mati dan yang hidup dikumpulkan dan diuji di laboratorium Subang. "Dari hasil PCR untuk influenza ND hasilnya negatif, uji patolog ada pendarahan pada kepala kemungkinan akibat jatuh dari pohon, kemudian pada organ dalam tidak menunjukkan ada perubahan," tuturnya.

"Jadi bukan karena Avian Influenza, kemungkinan dari fenomena alam yang ekstrem itu kesimpulan sementara, karena uji bakteriologis masih belum kita terima hasilnya," kata Jafar menambahkan.

(dir/ern)