Warga Bandung Barat Keluhkan Sembako Daging Ayam-Telur Berbau Busuk

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 17:05 WIB
Warga Bandung Barat mengeluh terima paket sembako tak layak konsumsi
Warga Bandung Barat mengeluh terima paket sembako tak layak konsumsi (Foto: Istimewa)
Bandung Barat -

Warga Kampung Cinangka, RT 02/06, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerima paket sembako dari program Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) yang tak layak konsumsi.

Warga mengeluh lantaran ada beberapa item dalam paket sembako tersebut yang kondisinya sudah tidak layak untuk dikonsumsi karena mengeluarkan bau tak sedap.

Warga sendiri menerima paket sembako yang berisi enam item dengan total harga mencapai Rp 200 ribu. Itemnya yakni satu kilogram ayam potong, satu kilogram telur, 10 kilogram beras, tahu, kentang, dan buah pir.

"Ada beberapa yang tidak layak konsumsi. Ayam potong yang diterima sudah bau. Warnanya juga sudah membiru, jadi saya tidak berani konsumsi sembakonya," ujar Tarti (42), warga setempat, Jumat (17/9/2021).

Paket sembako BPNT tersebut diterima ia dan pada 12 September lalu. Namun saat paket itu disimpan di rumahnya ia langsung Mencium bau tak sedap yang sangat menyengat. Setelah diperiksa ternyata bau tersebut berasal dari ayam potong.

Selain daging ayam yang berbau tak sedap, ia juga mengaku ada beberapa telur yang diterimanya dalam kondisi sudah busuk. Alhasil telur itu juga tidak bisa dikonsumsi seperti daging ayam potong.

"Daging ayam sama telurnya sudah bau, jadi enggak berani dikonsumsi," terang Tarti.

Warga lainnya Kokom (55) juga menerima sembako yang tak segar dan tak layak konsumsi. Ia mengatakan daging ayam yang diterimanya daging dan telurnya tak ada yang bisa dikonsumsi.

"Jadi saya gak berani makan. Telurnya juga pas mau dimasak sebagian sudah hancur yang kuning-kuningnya," kata Kokom.

Camat Cipatat Iyep Tamchur Rahman, mengatakan pihaknya baru menerima informasi tersebut dan saat ini pihak kecamatan langsung melakukan penelusuran ke sejumlah warga yang menerima bantuan tersebut.

"Biasanya kalau seperti itu, masalahnya pada pihak ketiga. Tapi saya belum tahu persis. Makanya saya akan menelusuri kejadiannya," ucap Iyep.

(mud/mud)