Siap-siap! Polisi Incar Pengendara Tak Bermasker di Sumedang

Nur Azis - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 14:22 WIB
Jawa Barat siaga 1 virus corona, pasca dua warga Depok positif corona. Untuk menangkal penyebaran virus tersebut, warga Kota Bandung ramai-ramai gunakan masker.
Ilustrasi pemotor bermasker. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Sumedang -

Polres Sumedang menggelar Operasi Patuh Lodaya 2021 selama 14 hari atau 20 September hingga 3 Oktober 2021. Operasi kali ini lebih kepada tindakan preventif dan preemtif dalam upaya penegakan protokol kesehatan (prokes).

Kasatlantas Polres Sumedang AKP Eryda Kusumah menjelaskan Operasi Patuh Lodaya yang digelar lebih kepada upaya meningkatkan prokes di tengah para pengendara. Para pengendara baik roda dua dan roda empat yang melanggar prokes akan diberikan tindakan secara preventif dan preemtif.

"Jadi para pengendara yang melanggar prokes akan kami berhentikan dan diberi arahan agar lebih disiplin dalam berlalu lintas dan menjaga prokes. Pengendara tidak bermasker, harus pakai masker," kata Eryda kepada detikcom, Jumat (17/9/2021).

Eryda menjelaskan Operasi Patuh Lodaya kali ini tidak ada penilangan secara khusus. Operasi penilangan hanya akan diberlakukan bagi para pengendara yang berpotensi mengakibatkan fatalitas kecelakaan dalam berlalu lintas.

"Jadi nanti ada kegiatan membagikan masker juga oleh jajaran Satlantas. Penilangan hanya bagi pengendara yang melanggar lalu lintas, contohnya pengendara yang melawan arus dan menerobos lampu merah, itu akan kami tindak," tuturnya.

Dia menyebutkan operasi ini menyasar titik-titik kerumunan di jalur arteri dan lokasi wisata. Hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai dari penyebaran COVID-19.

"Lokasinya lokasi rawan macet, titik-titik berpotensi terjadi pelanggaran laka lantas serta rawan kerumunan. Kalau ada yang berkerumun akan kami bubarkan atau kami beri arahan agar tetap menjaga jarak dan prokes," kata Eryda.

Dia berharap dengan adanya Operasi Patuh Lodaya 2021 diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan prokes selama berkendara di tengah pandemi COVID-19.

"Semoga masyarakat dalam berlalu lintas lebih disiplin dengan terwujudnya kamseltibcarlantas dan dapat mencegah penyebaran Covid-19," kata Eryda.

(bbn/bbn)