Transformasi Digital Perbankan Pesat di Tengah Pandemi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 21:38 WIB
Ilustrasi perbankan digital
Ilustrasi (Foto: Dok. NISP)
Bandung -

Di tengah masa krisis akibat pandemi COVID-19 ternyata menyisakan keuntungan tersembunyi bagi sektor perbankan. Sebab, situasi ini justru mempercepat transformasi digitalisasi perbankan.

Deputy Chairman MarkPlus,Inc, Taufik mengatakan sektor perbankan bisa bertahan dari situasi sulit dua tahun terakhir. Menurutnya transformasi digitalisasi menjadi penyelamat perbankan.

"Banyak sektor industri lain saat ini menderita, tapi perbankan masih berada dalam kondisi cukup sehat, bahkan ada yang tetap tumbuh positif. Hal ini didorong oleh transformasi digital yang banyak dilakukan oleh bank, termasuk BPD (Bank Pembangunan Daerah), walaupun resources-nya tidak sebesar BUMN," ujar Taufik dalam webinar "Marketeers Goes to Bank : Digital Marketing Transformation in Banking Industry, Kamis (16/9/2021).

Direktur IT, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier mengakui digitalisasi menyelamatkan perbankan dari krisis pandemi. Beruntung bjb sudah mulai transformasi digitalisasi sebelum pandemi.

Ia mencontohkan pada 2019 bank bjb telah meluncurkan campaign Pasar Nga-Digi yang memungkinkan masyarakat untuk berbelanja ke pasar dari rumah. Sistem pembayaran yang dilakukan memanfaatkan QRIS bank bjb.

"Hal tersebut sudah diujicoba di beberapa pasar di Kota Bandung, oleh karenanya saat pandemi melanda, kita tinggal melakukan penyesuaian pola. Kami juga menyesuaikan fokus perusahaan untuk mendorong financial inclusion lewat digitalitasi perbankan," ucap Rio.

Dia menuturkan krisis pandemi ini justru memberikan berkah tersembunyi dalam mempercepat transformasi digital di lini bisnis bank bjb.

"Kami sudah siap sebelum ini tiba. Banyak penerapan inovasi digital yang telah dilakukan. Salah satu momen yang paling berpengaruh itu pada saat peluncuran transaksi non-tunai melalui QRIS bank bjb, sehingga warga bisa berbelanja secara mobile dengan e-wallet mereka," tutur Rio.

Selain menerapkan inovasi digital pada berbagai produk layanan perbankan, bank bjb juga memanfaatkan digital marketing sebagai upaya menjangkau nasabah. Perpaduan antara memaksimalkan layanan transaksi perbankan secara digital dengan pemasaran produk tersebut melalui internet, menjadikan transformasi digital bank bjb berjalan dengan pesat.

"Hal ini terbukti dengan capaian fee based income bank bjb dari transaksi digital terus bertumbuh sejak 2019 hingga saat ini. Pada Juli 2019, fee based income bank bjb mengalami pertumbuhan sebesar 29,04% year on year. Pertumbuhan tersebut terus meningkat sehingga mencapai lebih dari 50% pada pertengahan 2021.

(dir/mud)