Jelang Musim Hujan, Waspadai Titik Longsor-Pergerakan Tanah di Sumedang

Nur Azis - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 19:55 WIB
Ilustrasi Hujan Deras Angin Kencang Genangan Air
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Sumedang -

Jelang memasuki musim penghujan, warga yang tinggal di titik rawan longsor diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya. Berdasarkan data BPBD Sumedang, dari 26 Kecamatan yang ada, terdapat beberapa titik potensi pergerakan tanah.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumedang Adang mengatakan berdasarkan data dari BMKG, musim hujan di Sumedang terjadi pada dasarian tiga Oktober 2021 dengan intensitas hujan 41 persen. Sementara puncaknya terjadi pada Januari dan Februari 2022.

"Kita koordinasi dengan BMKG dan vulkanologi, musim hujan 2021/2022 kemungkinan Sumedang terjadi di bulan Oktober masuk ke dasarian tiga antara tanggal 20 ke sana," ungkap Adang kepada detikcom, Kamis (16/9/2021).

Adang mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya jelang memasuki musim penghujan terutama di area-area rawan longsor. Pasalnya, berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, status gerakan tanah di Sumedang pada bulan Setember 2021 berada pada level menengah tinggi atau sedang.

Terkait hal itu, kata Adang, BPBD Sumedang bersama Dinas tekait telah menyiapkan kesiapsiagaannya salah satunya dengan menggandeng para relawan di tingkat desa dan kecamatan. Kemudian memetakan titik-titik mana saja yang memiliki potensi longsor.

"Upaya-upaya selain mengaktifkan kembali relawan-relawan di kecamatan termasuk kesiapan dari BPBD bersama Dinas terkait, kita menyiapkan itu," terang Adang.

Adang menyebutkan dari 26 kecamatan di Sumedang terdapat beberapa titik yang berpotensi terjadinya longsor dan pergerakan tanah. Titik tersebut seperti kawasan Cadas Pangeran, Cimanggung, Jatinunggal dan Wado.

"Di situ banyak potensi gerakan tanah termasuk di Tanjungmedar diundang oleh kita untuk melakukan penelitian terkait titik-titik potensi pergerakan tanah," terangnya.

Selain pergerakan tanah, kata Adang, pihaknya pun telah mendata titik-titik mana saja yang rawan dari ancaman pohon tumbang terutama musim pancaroba seperti saat ini. Dalam sepekan ke dapan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU akan segera menangani hal itu.

"Pohon tumbang terumata di Jalan-jalan Nasional, pekan depan kami akan rapat koordinasi untuk mengeksekusi persoalan itu," ujarnya.

Selain ancaman pergerakan tanah, longsor dan pohon tumbang, ancaman banjir bandang pun menjadi catatan BPBD Sumedang di beberapa titik.

"Rawan banjir bandang itu di Citengah kesana, kalau di Sumedang Selatan juga ada potensi banjir bandang di Kelurahan Pasangrahan Baru itu sungai Cilipung karena aliran sungai- sungainya berbentuk V," terangnya.

Adang menjelaskan BPBD terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaannya. Seperti salah satuynya dengan membuat jalur evakuasi dan mengedukasi masyarakat tentang upaya mitigasi dari potensi bencana.

"Jalur evakuasi telah kita buat di Sumedang Utara di Pasir Amis dan Cipatat di desa Margamukti dan kita akan lakukan terus sambil mengedukasi warga, agar tidak panik saat menghadapi bencana tapi dengan meningkatkan kesiapsiagaannya," katanya.

Kesiapsiagaan lain dari BPBD, selama 24 Jam penuh BPBD siap merespon segala laporan warga. Pihak BPBD pun telah menyebar nomor kontak di titik-titik rawan bencana.

"Informasi awal yang kami perlukan, jadi seperti saat hujan besar mereka yang tinggal di titik rawan bencana agar melaporkan ke BPBD," ujarnya.

(mso/mso)