Bima Arya Optimistis Vaksinasi Dosis Pertama Tuntas Akhir September

M. Sholihin - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 19:36 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: Wali Kota Bogor Bima Arya (M. Sholihin/detikcom).
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya optimistis target vaksinasi 100 persen dosis pertama warga Kota Bogor tuntas pada akhir September ini, dengan catatan ketersediaan vaksin lancar.

"Secara keseluruhan kita sangat optimis vaksinasi dosis satu Kota Bogor tuntas bulan September 2021 dan ini melampaui target vaksinasi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo bagi kawasan aglomerasi," kata Bima Arya, Kamis (16/9/2021).

Saat ini, kata Bima, vaksinasi di Kota Bogor sudah mencapai 73 persen untuk penyuntikan dosis 1. Capaian ini disebutnya sebagai yang tertinggi untuk wilayah Jawa Barat.

"Kota Bogor sejak awal memiliki target agak ambisius, bulan September 2021 dosis satu harus selesai. Dalam hitungan kita, Insya Allah, minggu depan bisa mencapai 90 persen," sebut Bima.

Selain itu, lanjut Bima, berdasarkan data-data yang terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, situasi Kota Bogor sudah sangat membaik. Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur juga sudah di bawah 10 persen. Namun kondisi ini tidak membuat Kota Bogor turun ke PPKM level 2, karena mengikuti DKI Jakarta yang masih memberlakukan PPKM level 3.

Menurut aturan, lanjut Bima, untuk bisa turun ke level II catatannya adalah semua daerah di kawasan aglomerasi capaian vaksinasinya minimal sudah mencapai 50 persen.

"Yang menjadi catatan, Kota Bogor tidak bisa turun ke level II karena capaian vaksinasi daerah terdekat atau kawasan aglomerasi masih jauh dibawah capaian minimal vaksinasi yang ditentukan," ucapnya.

Untuk membantu dan mengakselerasi, para kepala dinas di Kota Bogor diperintahkan untuk turun menjadi direktur vaksinasi. Hal ini diyakini Bima Arya sebagai rahasia 'ngebut' vaksinasi di Kota Bogor, yang awalnya peringkat bawah dan sekarang menjadi pertama di Jawa Barat.

"Awal pelaksanaan vaksinasi, Pemkot Bogor hanya menyediakan beberapa sentra vaksin besar, kemudian dibagi menjadi 18 sentra vaksin dan sekarang lebih disebar dengan pembagian tim hasil belajar dari situasi, tahapan, dan pengalaman yang dihadapi," ucapnya.

Dari capaian target vaksinasi, menurut Bima ada satu pekerjaan rumah yang diingatkan Menko Maritim dan Investasi, yakni ikhtiar vaksinasi bagi lansia agar lebih tingkatkan mengingat hal itu menjadi salah satu indikator untuk status aglomerasi.

"Ini menjadi PR bagaimana untuk meyakinkan dan memobilisasi para lansia agar mau divaksin. Di samping itu Kota Bogor saat ini tengah fokus vaksinasi para pelajar untuk mengejar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengingatkan untuk tetap dan selalu waspada terhadap situasi dan kondisi yang ada.

Selain itu dirinya juga mengingat dua varian baru dari virus Covid-19 yaitu Mu dan Lambda yang muncul. Namun berdasarkan catatan di banyak negara, kedua varian tersebut 'kalah preman' dengan varian Delta.

"Tetapi kita tidak pernah tahu mengingat banyak misteri di kondisi pandemi COVID-19, yang pasti kita melakukan apa yang mesti kita lakukan. Pastikan protokol kesehatan ditegakkan, warga tidak lalai dan vaksinasi di akselerasi. Pemerintah Kota Bogor tidak bisa sendiri, apresiasi kami untuk semua pihak yang telah membantu," katanya.

(mso/mso)