Kepala Sekolah SMK/SMA di Karawang Minta PTM Segera Digelar

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 19:06 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Karawang -

Para kepala sekolah SMA/SMK di Kabupaten Karawang meminta Bupati Cellica Nurracahdiana untuk segera mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK/SMA Karawang Mulyana mengaku pihaknya merasa tertekan atas desakan dari wali murid agar pelaksanaan PTM segera dilaksanakan.

"Jujur saja kang, kami dari kepala sekolah SMA/SMK saat ini ditekan oleh wali murid atau orang tua dari siswa untuk segera melaksanakan PTM, jadi saya berharap Bupati bisa menanggapi hal ini, dan bisa membuat SE tentang pelaksanaan PTM-nya," kata Mulyana saat dihubungi, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya kewenangan SMA/SMK itu ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, namun keputusan diperbolehkannya PTM atau tidak ada di kepala daerah.

"Memang kami sadari kewenangan itu ada di Pemprov, tapi kewenangan pelaksanaan tetap harus keputusan dari Bupati," ungkapnya.

Hingga saat ini, lanjut Mulyana, SE yang didapatkan hanya diperbolehkan bagi SD dan SMP. "Kami dari 114 sekolah SMA/SMK se Karawang hanya mendapat SE pelaksanaan PTM hanya pendidikan dasar (Dikdas) yakni SD dan SMP," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga telah meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk membantu memediasi dengan Bupati Karawang Cellica Nurracahdiana.

"Pada Rabu (15/9) kemarin, kami sudah rapat dengan Komisi 4 DPRD, untuk bisa meminta agar Bupati bisa berkomunikasi, dan SE bisa dibuat," katanya.

Sementara itu, di tempat berbeda, Ketua Komisi 4 Asep Syarifudin mengakui adanya aspirasi dari para kepala sekolah yang meminta agar PTM bagi SMK/SMA bisa dilaksanakan.

"Kemarin memang benar, para kepala sekolah hadir dan meminta agar kami bisa mendorong Pemkab, khususnya Bupati untuk komunikasi, dan koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jabar dalam rangka untuk membuka ruang untuk mengizinkan SMA dan SMK melaksanakan PTM terbatas," paparnya.

Dari pertemuan tersebut, pihaknya akan segera memanggil berbagai pihak agar permintaan para kepala sekolah bisa tersampaikan. "Pastinya kami akan segera menindaklanjuti hal ini, dan memanggil dinas terkait, juga akan berkomunikasi dengan Bupati," ujarnya.

(mso/mso)