Top! Siswa SD di Cianjur Sulap Sampah Plastik Jadi Taman-Furnitur

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 16:46 WIB
Siswa SD di Cianjur sulap botol plastik jadi hiasan taman hingga furnitur
Salah satu sudut sekolah karya siswa (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Ada pemandangan unik di saat jam masuk sekolah di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Para siswa di SDN Sukatani tersebut dengan semangat masuk sambil membawa botol plastik bekas.

Ternyata para siswa tersebut diajak untuk memilah dan memanfaatkan sampah plastik menjadi taman hingga berbagai furniture Ecobrick.

Program kepedulian lingkungan itu sukses menarik antusias siswa untuk semangat belajar di awal pelaksanaan kembali tatap muka, serta menanamkan kepedulian lingkungan pada anak sejak dini.

Kepala SDN Sukatani Nurhayati, mengatakan program tersebut merupakan program unggulan sekolah yang dinamai Gerclin atau gerakan cinta lingkungan, salah satunya melalui metode ecobrick.

"Kita jalankan program kepedulian lingkungan ini dengan metode ecobrik, dimana sampah plastik yang seharusnya dibuang ke tempat sampah, kali ini dimasukan ke dalam botol hingga padat," ujar dia, Kamis (16/9/2021).

Ia mengaku awalnya khawatir program tersebut akan menghadapi berbagai kendala, namun setelah dicoba ternyata para siswa sangat antusias. Bahkan kini saat masuk sekolah, tidak hanya buku dan alat tulis, siswa sudah terbiasa membawa satu botol plastik berisi sampah yang dipadatkan.

"Saya mengira ketika menerapkan program ini akan mengalami kesulitan tapi diperjalanan mereka tadinya tidak biasa, dibiasakan, akhirnya jadi terbiasa. Kebiasaan ini membuat siswa berebut ketika menemukan sampah plastik lalu dimasukan ke dalam botol," ujar dia.

Menurutnya para siswa juga semangat mengumpulkan sampah dan botol plastik lantaran dari setiap botol yang dikumpulkan akan menjadi poin.

"Poin tersebut nantinya akan dimasukan dalam nilai siswa, jadi mereka lebih semangat," ucapnya.

Dia menjelaskan setiap botol ecobrick yang dikumpulkan siswa kemudian dijadikan bahan utama untuk pembuatan fasilitas di sekolah, mulai dari kursi hingga sofa. "Sebagian juga kita coba untuk menyangga tembok bangunan serta gapura sekolah," tuturnya.

Tah hanya itu, lahan belakang sekolah pun juga disulap menjadi taman ecobrick, dengan setiap bagiannya dibangun menggunakan botol plastik padat. Taman yang kini juga ditanami berbagai bunga dengan aneka warna itu pun mempercantik sekolah.

"Sekarang kita punya taman, ruang baca, hingga berbagai furniture yang artistik, unik, serta ramah lingkungan karena menggunakan bahan Ecobrick. Siswa pun jadi memiliki rasa tanggungjawab untuk menjaga karena mereka sadar untuk membuat semua itu mereka juga terlibat di dalamnya," ucap dia.

"Diharapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, kepedulian lingkungan juga dilakukan para siswa di lingkungan tempat tinggalnya," tambahnya.

Tiara Mulya, Siswi SDN Sukatani, mengaku senang dengan adanya program Ecobrick tersebut. Sebab dirinya tidak hanya bisa menjaga kebersihan lingkungan, tetapi mendapatkan nilai dari setiap botol yang dikumpulkan.

"Jadi sekarang habis jajan dari warung ada sampah aku kumpulin terus ada botol terus aku masuk masukin sampahnya ke dalam botol. Dapat nilai juga kalau banyak mengumpulkan," tuturnya.

(mud/mud)