Jabar Disorot WHO soal Mobilitas Warga, Ini Respons Wagub Uu

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 16:43 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum
Foto: Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (Sudirman Wamad/detikcom).
Bandung -

Jawa Barat (Jabar) mendapatkan atensi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena mobilitas warganya yang mulai tinggi seperti sebelum pandemi COVID-19. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan meningkatnya mobilitas warga merupakan konsekuensi dari pemulihan ekonomi.

"Penekanan yang disampaikan kepada masyarakat, prokes itu mutlak tapi tidak memberikan kekakuan kepada mereka untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Karena ekonomi didorong untuk pulih kembali," ujar Uu saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (16/9/2021).

"Mungkin ada konsekuensi-konsekuensi ada gerakan-gerakan masyarakat Jabar dengan adanya mobilitas masyarakat yang tidak bisa dihindari. Kami dari Pemprov Jabar akan berusaha memantau," kata Uu.

Uu menuturkan sanksi masih berlaku bagi masyarakat atau pelaku usaha yang bergerak di sektor ekonomi jika melanggar prokes. "Pengetatan tetap ada, sanksi juga masih berlaku," katanya.

Sebelumnya, (WHO) menyoroti peningkatan mobilitas di Indonesia seperti sebelum pandemi Corona di provinsi Jawa dan Bali. Peningkatan mobilitas paling banyak terjadi di ritel rekreasi hingga stasiun kereta.

"Terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten, yang telah mencapai tingkat mobilitas pra pandemi," ungkap WHO dalam laporan mingguan per Rabu, 15 September 2021.

"Diperlukan rencana untuk mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan dampak mobilitas terhadap transmisi dan kapasitas sistem kesehatan di tingkat nasional dan daerah," sambung laporan WHO.

WHO menjelaskan analisis mobilitas penting menjadi perhatian untuk memantau kebijakan pergerakan orang selama pandemi. "Peningkatan mobilitas dapat menyebabkan peningkatan interaksi di antara orang-orang, yang dapat memengaruhi penularan COVID-19," tulis WHO.

(yum/mso)