Driver Ojol 'Mangkal' di Jalur SSA Kota Bogor Bakal Disanksi Denda

M Solihin - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 15:10 WIB
Pemkot Bogor larang driver ojol mangkal di jalur satu arah
Pemkot Bogor larang driver ojol mangkal di jalur satu arah (Foto: M Solihin)
Bogor -

Pemkot Bogor melarang driver ojek online (ojol) 'mangkal' di enam titik ruas jalan yang berada di sepanjang jalur Sistem Satu Arah (SSA) dan sekitarnya. Driver ojol yang membandel akan disanksi denda.

Adapun jalur SSA yakni jalur yang melingkari Kebun Raya Bogor hingga Istana Bogor, diantaranya Jalan Pajajaran, Jalan Otista, Jalan Ir. H. Juanda, jalan Jalak Harupat, jalan Kapten Muslihat dan jalan Paledang (50 Meter dari Simpang jalan Kapten Muslihat).

"Di enam titik ruas jalan ini, driver ojek online dilarang "mangkal", hanya dibolehkan berhenti untuk menjemput atau mengantar penumpang," kata Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kota Bogor, RA. Mulyadi, Selasa (15/9/2021).

Mulyadi menyebut, larangan 'mangkal' untuk ojek online ini sebagai upaya untuk menghindari kemacetan dan mengembalikan fungsi ruang publik. Dasar hukum kebijakan ini berdasarkan Permenhub PM 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

"Dalam peraturan tersebut mengatur keteraturan untuk pengemudi dan aplikator dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Salah satunya adalah pengemudi dilarang mangkal di sembarang tempat," kata Mulyadi.

Selain itu, ada juga Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 21 Tahun 2017 tentang pengawasan dan pengendalian bagi kendaraan roda dua yang menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi di Kota Bogor. Surat keputusan Wali Kota Bogor Nomor 665/KEP.445-DISHUB/2021 tentang pembentukan tim pengawasan pengendalian bagi kendaraan roda dua yang menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi di Kota Bogor, serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Trantibum.

"Hingga 4 hari ke depan kami akan lakukan sosialisasi sekaligus patroli untuk menjalankan kebijakan ini. Hari ini kami masih tahap sosialisasi dengan memasang spanduk di 6 titik. Kami juga langsung menegur ojek online yang kedapatan mangkal," imbuhnya.

Selain itu, Dishub juga akan memberikan informasi kepada pihak pengelola ojek online mengenai pengemudi yang melakukan pelanggaran untuk diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perusahaan.

"Karena dasarnya Perda Trantibum Mulyadi mengatakan, sanksinya berupa teguran lisan, teguran tertulis, denda administratif dan atau sanksi sosial," imbuhnya.

Lihat juga video 'Viral Ojol di Jakbar Terseret Motornya yang Dirampas Debt Collector':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)