Pantau Tempat Wisata di Daerah PPKM Level 2, Disparbud Jabar: Belum Ramai

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 15:57 WIB
Pantai Pangandaran
Foto: Pantai Pangandran (Faizal Amiruddin/detikcom).
Bandung -

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar) terus memantau pergerakan masyarakat ke kawasan wisata, khususnya di daerah-daerah yang menerapkan PPKM Level 2. Kadisparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan sejauh ini pelaksanaan protokol kesehatan telah cukup ketat dilaksanakan.

Mengacu kepada Inmendagri No 39 Tahun 2021, terdapat 11 daerah di Jabar yang menerapkan PPKM Level 2, yakni Ciamis, Garut, Subang, Purwakarta, Majalengka, Pangandaran, Indramayu, Sukabumi, Karawang, Kuningan dan Cianjur. Seperti diketahui di daerah PPKM Level 2 destinasi wisata dapat dibuka tetapi dengan kapasitas maksimal 25 persen.

"Beberapa kawasan wisata yang kami datangi dan pantau belum terlalu ramai ya, walau begitu kami tetap mewaspadai adanya wisata balas dendam, instruksi Pak Gubernur (Jabar Ridwan Kamil) agar jangan ada euforia," ujar Dedi, Rabu (13/9/2021).

Kendati begitu, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pihaknya telah menyebarkan masing-masing 1.500 buah alat swab test antigen ke dinas kesehatan masing-masing kabupaten/kota yang menerapkan regulasi PPKM Level 2. Hal itu agar dilakukan testing acak di destinasi wisata.

Disparbud Jabar menggandeng Dinas Kesehatan Jabar untuk melakukan pengetesan di Pangandaran, yang menjadi primadona wisata di Jabar. Dari tes acak yang dilakukan, tak ada wisatawan yang positif COVID-19.

"Kemarin terkumpul 558 sampel, Alhamdulillah hasilnya negatif COVID-19 semua, sejumlah tempat wisata juga sudah menyampaikan dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Pengelola juga sangat aktif untuk terus mengingatkan pengunjung akan protokol kesehatan," kata Dedi.

Ia berharap daerah yang masuk ke dalam PPKM Level 2 terus bertambah di Jabar. Pasalnya pemerintah pusat akan mengumumkan nasib PPKM petang ini.

"Ini perlu kedisiplinan semua pihak dalam menjaga protokol kesehatan. Sehingga daerah yang masuk kategori level 2 bisa bertambah, industri pariwisata bisa tumbuh," ujarnya.

(yum/mso)