Alumni ITB Ciptakan Platform yang Pertemukan Pencari Kerja-Perusahaan

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 19:36 WIB
MySkill.id
Foto: Platform MySkill.id (Istimewa).
Bandung -

Tingkat pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi. Berbagai cara dilakukan untuk membantu para pencari kerja, salah satunya seperti yang dilakukan alumni ITB Ndang Rahmat.

Bersama teman kuliahnya dia membangun sebuah platform digital yang diberinama MySkill.id. Platform tersebut diharapkan bisa membantu meningkatkan skill para pencari kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada Mei 2021, tercatat sekitar 1 juta lulusan perguruan tinggi menganggur. Ndang mengatakan, salah satu penyebab dari tingginya angka pengangguran ini adalah besarnya skill gap antara dunia akademisi dan industri di Indonesia.

"Ini berdasarkan penelitian dari Singapore Management University," kata dia, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, dibutuhkan akselerasi untuk menyelesaikan masalah pengangguran kaum terdidik di Indonesia. Ia berharap platform yang dibangunnya ini mampu menjawab persoalan tersebut.

"MySkill dibangun atas dasar kegelisahan terhadap berjaraknya dunia pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia," ungkapnya.

Melalui platform tersebut, dia berharap bisa mempertemukan mahasiswa dan fresh-graduate dengan para praktisi industri. Hal ini dilakukan melalui berbagai online training (bootcamp) yang langsung praktik mengerjakan proyek riil.

Selain itu, platformnya inipun memberikan ratusan modul video belajar (e-learning) mengenai beragam skill yang bisa dipelajari kapan pun. "Serta kumpulan informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan ternama," ujarnya.

Ini juga didukung dengan kumpulan ratusan informasi lowongan pekerjaan dari berbagai sumber valid sehingga memudahkan banyak pencari kerja. Di sisi lain, MySkill.id telah membangun kerjasama strategis dengan berbagai institusi dalam mengentaskan masalah pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia.

Puluhan mitra dari Institusi pemerintahan, perusahaan, universitas, komunitas, hingga UMKM pun pernah bekerjasama dengan berbagai program di MySkill.id. Sebagai contoh, startup ini kerap menerima tawaran untuk pelatihan internal perusahaan ternama maupun kampus bagi para mahasiswanya.

Selain e-learning dan bootcamp, MySkill.id turut memberikan edukasi terkait peningkatan skill dan dunia professional melalui akun instagram @myskill.id dan twitter @myskill_id dengan total ratusan ribu pengikut. "Ada pula MySkill blog berisi ratusan artikel informatif seputar informasi dan tips menghadapi dunia kerja," ucapnya.

MySkill.id juga tergabung dalam ajang startup bergengsi di Indonesia seperti LocalCorn, ActCelerate hingga Founder Institute yang merupakan inkubasi startup terbesar se-dunia. Menurut Ndang, pihaknya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti investor, institusi pemerintah maupun swasta dalam mewujudkan visi ini.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan dari MySkill.id untuk bisa membantu jutaan mahasiswa dan profesional muda di Indonesia dalam merintis karier impiannya. Sehingga, menurutnya tidak heran MySkill.id sebagai startup baru yang sedang tumbuh pesat di Indonesia telah digunakan oleh ribuan anak muda dan mendapatkan apresiasi yang sangat baik di pasar.

"Bahkan, tidak sedikit peserta dari beragam bootcamp yang diselenggarakan oleh MySkill.id yang mendapatkan tawaran pekerjaan dari berbagai perusahaan," ujarnya.

(wip/mso)