RK Minta 15 Juta Dosis Vaksin Per Bulan ke Jabar, Luhut: Tak Masalah

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 15:24 WIB
Ridwan Kamil melaporkan progres Citarum Harum kepada Luhut
Foto: Luhut dan Ridwan Kamil (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan akan mengabulkan keinginan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait suplai vaksin COVID-19 per bulannya.

Seperti diketahui, dalam beberapa kesempatan Ridwan Kamil meminta agar pemerintah pusat menyalurkan minimal 15 juta dosis vaksin per bulannya. Tujuannya agar kekebalan komunal (herd immunity) bisa tercapai pada akhir 2021.

"Tidak ada masalah, karena bulan ini ada 82 juta vaksin yang akan dibagi, sehingga ke tempat pak gubernur (Ridwan Kamil) tidak ada masalah, hanya soal waktu saja pembagiannya," ujar Luhut di Sekretariat Satgas PPK DAS Citarum di Dago, Kota Bandung, Selasa (7/9/2021).

Dilansir dari laman vaksin.kemkes.go.id pada Selasa (7/9) pukul 14.30 WIB, alokasi vaksin yang telah diterima Jabar sebanyak 17.105.474. Dari jumlah tersebut 14.524.186 di antaranya telah menerima digunakan. Sementara itu rata-rata vaksinasi dalam satu minggu terakhir sebanyak 248.283 dosis per hari.

Sebelumnya, dalam tayangan Humas Jabar, Ridwan Kamil membeberkan untuk mencapai target kekebalan komunal dibutuhkan suplai vaksin sebanyak 15 juta dosis vaksin per bulannya. Ia telah meminta kepada pemerintah pusat agar proporsional dalam memberikan jatah vaksin.

"Suplai ke kami tidak proporsional. Ada provinsi yang penduduknya sedikit tapi vaksinnya banyak. Ada provinsi besar seperti Jabar vaksinnya sedikit yang ngasihnya. Maka kalau dipresentasekan masih jauh, padahal jumlah vaksinnya saja sedikit. Jadi, kalau Desember mau beres tolong suplai ke jabar tidak kurang 15 juta dosis per bulan," katanya.

Dengan penduduk hampir 50 juta orang, minimal 35 juta orang harus tervaksinasi. Sasaran vaksinasi itu diharapkan rampung pada akhir Desember 2021, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Kita sudah dikasih 18,6 juta dosis. Sudah disuntikan 14,4 juta. Atau 77,4 persen dari yang dikasih. Dosis pertama 25 persen atau 9,4 juta penduduk. Dosis kedua ada 5 juta," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

(yum/mso)