Korban Tewas Keracunan Massal di Karawang Jadi 2 Orang

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 14:38 WIB
Pemakaman korban keracunan massal di Karawang
Foto: Pemakaman korban keracunan massal di Karawang (Yuda Febrian Silitonga/detikcom).
Karawang -

Korban meninggal akibat keracunan massal di Kabupaten Karawang kembali bertambah. Total ada dua orang meninggal akibat kejadian tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Cikampek Utara Bayu Rahayu mengungkapkan sampai saat ini total ada 83 warga yang mengalami keracunan. Dari jumlah tersebut dua orang meninggal.

"Jadi setelah pemerintah desa (Pemdes) menyisir ke dusun-dusun, dan ada penambahan korban jadi total 83 orang. Dan tambahan seorang anak meninggal dunia," ungkap Bayu saat diwawancarai di kantornya, Senin (6/9/2021).

Dia menyatakan korban yang terakhir meninggal merupakan anak berusia 14 tahun. Sebelum meninggal korban sempat menjalani perawatan hingga masuk ruang ICU.

"Iyah sempat dirawat di ruang ICU, dan akhirnya meninggal pada malam jam 10, usianya kurang lebih 14 tahunan masih pelajar SMP," ucapnya.

Pelajar tersebut meninggal, diakui Sekdes karena mendapatkan makanan dari neneknya yang juga ikut dalam pengajian, pada Kamis (2/9). Setelah beberapa jam kemudian merasakan sakit perut, muntah, lalu dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Izza di Desa Cikampek Utara. Karena kondisinya semakin kritis akhirnya dirawat di ruang ICU, lalu pada Minggu malam, meninggal dunia.

"Jadi almarhum makan berkat dari pengajian itu dikasih neneknya, dan bukan hanya almarhum, namun kakaknya juga ikut makan saat ini tengah dirawat," ucapnya.

Sementara itu, Deni Hermawan (42), paman korban membenarkan korban mengalami keracunan usai memakan nasi berkat yang dibawa neneknya dari acara pengajian.

"Jadi keponakan saya itu makan nasi berkat dari neneknya kan ikut pengajian. Dia makan sama kakanya, kalau kondisi kakaknya masih dirawat di rumah sakit," ujar dia.

Dia mengungkapkan korban bersama kakaknya menyantap nasi berkat pada Kamis malam. Keduanya tak menaruh rasa curiga, karena tidak ada tanda-tanda yang aneh pada makanan tersebut.

Akan tetapi pada Jumat pagi, keduanya mengalami pusing dan keram perut hingga muntah dan buang air besar tidak berhenti-henti.

"Awalnya dikira cuman sakit perut biasa saja, masih bisa diobatin pakai obat warung. Tapi kok semakin parahnya, makanya Sabtu pagi langsung dibawa ke rumah sakit," ungkap dia.

Korban saat ini sudah dimakamkan di TPU Rawalunyu, Desa Cikampek Barat.

(mso/mso)