Puluhan Warga Karawang Keracunan Hidangan Pengajian

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 16:07 WIB
Puluhan warga Karawang keracunan makanan pengajian
Puluhan warga Karawang keracunan makanan pengajian (Foto: Yuda Febrian)
Karawang -

Puluhan warga Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Karawang diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan pengajian.

Dari pantauan detikcom, ada 11 warga dirawat inap di Puskesmas Kota Baru, sementara dari keterangan warga, belasan warga lainnya tengah dirawat di tempat yang berbeda.

"Ada kurang lebih 60 warga yang ikut pengajian muharaman, dan setahu saya ada juga, warga yang dirawat ada di Rumah Sakit Izza, Rumah Sakit Sentul, Rumah Sakit Thamrin Purwakarta, dan Klinik Safira," ujar Nurjanah warga yang dirawat inap di Puskesmas Kota Baru, saat diwawancarai, Sabtu (4/9/2021).

Lanjut Nurjanah, kejadian terjadi, usai memakan makanan di pengajian Muharaman, pada Kamis (2/9) kemarin. Kemudian, Nurjanah merasakan sakit perut, pusing dan mual, tidak selang beberapa jam setelah perawatan di rumah, ia lalu dibawa ke Puskesmas Kota Baru.

"Jadi kejadiannya itu, pas sudah makan makanan dari pengajian muharaman, pas Kamis kemarin, terus saya makan nasi sama lauk pauknya di rumah, jam 2 dini hari, setelah sejam, saya rasakan sakit perut sama mual, dan ingin buang air besar terus sempat dirawat di rumah, terus makin parah, saya langsung dibawa ke Puskesmas," ungkap Nurjanah.

Dikatakannya, makanan yang dibagikan berupa nasi rames, yang dibungkus daun pisang, terus telur, tempe sama sambel.

"Jadi saya gak ada curiga kalau makanannya basi atau asem, soalnya masih baru, terus saya makan aja," katanya.

Untuk kondisi terkini, setelah dirawat inap, ia mengakui sudah membaik, dan tidak merasakan sakit perut, mual-mual, dan Buang Air Besar (BAB).

"Sekarang Alhamdulillah, udah baikan, udah gak sakit perut lagi, tapi masih lemas aja," terangnya.

Sementara itu, dari keterangan Kepala UPTD Puskesmas Kota Baru, Sari Ati Astuti mengungkapkan, ada 11 warga yang dirawat inap, dan 21 warga rawat jalan, dugaan karena keracunan makanan.

"Jadi ada 11 warga yang dirawat inap, dan 21 warga juga ada yang rawat jalan ke sini, untuk gejalanya, mual, muntah, dan diare, sakit perut, keram perut, dan pusing," kata Sri saat diwawancarai.

Terkait penanganannya, pihaknya melakukan pengobatan simptomatik sesuai gejala yang dirasakan warga.

"Jadi simptomatik, sesuai gejala yang dirasakan warga, kita beri obat yang kita berikan obat anti diare, terus juga cairan oralit untuk warga yang rawat jalan," terangnya.

"Untuk kondisinya secara umum sudah bagus, tapi paling yang lansia masih lemas karena sering BAB, jadi dehidrasi," tandasnya.

(mud/mud)